FAQ (Frequently Asked Questions)

Apakah SDIT Alam itu ?


SDIT kepanjangannya Sekolah Dasar Islam Terpadu.


Terpadu bermaksud bahwa setiap ilmu tidak didikotomikan umum dan agama. Setiap ilmu berasal dari Allah Sang Maha Pencipta, sehingga dalam proses memahaminya harus terpadu. Jika belajar IPA, IPS, PKn bahkan Matematika Allah selalu hadir menjadi topik pembelajaran. Terpadu juga berarti adanya keterpaduan pembelajaran di sekolah dan di rumah. Apa yang dibentuk di sekolah juga akan selalu terjaga saat di rumah.


Alam disini diartikan bukan sebagai Natural tapi Universe, karena visi yang akan dibangun adalah adanya kesadaran pada diri siswa bahwa manusia sebagai Abdulloh, abdi, hamba Allah yang akan taat tanpa syarat atas semua perintah yang berupa ritual maupun dalam perilaku kehidupan secara umum. Dan manusia sebagai Khalifatullah, pemakmur alam raya ini sebagai amanah yang sudah dipercayakan Allah kepada manusia. Kesadaran ini diharapkan akan melahirkan sikap tanggung jawab untuk menjamin kelestarian alam yang telah dianugrahkan Allah sebagai fasilitas kehidupan kepada manusia. Alam juga mengandung makna Alami, fitrah, bahwa setiap potensi siswa mendapatkan penghargaan. Sehingga setiap individu membawa keunikannya sendiri. Begitu juga, Alam dijadikan sebagai subyek dan obyek pembelajaran, sehingga anak tidak dibatasi hanya dari buku semata untuk mendapatkan ilmu pengetahuan.


Bagaimanakah status SDIT Alam ?


SDIT Alam berstatus swasta terakreditasi A (terakhir diakreditasi tahun 2013). Berada di bawah yayasan Nurul Islam.


Kapan SDIT Alam Nurul Islam berdiri ?


SDIT Alam Nurul Islam berdiri pada tanggal 25 Maret 2002, tepatnya pada awal catur wulan ke-3 Tahun Ajaran 2001/2002 dengan jumlah siswa 25 orang yang terbagi dalam 3 kelas yaitu kelas I – III dengan jumlah guru 6 orang. Pertama kali berdiri, proses belajar mengajar masih menempati ruang milik pondok pesantren Al Ikhsan Pundung Nogotirto yang terdiri 3 ruang kelas dan 2 ruang guru/administrasi. Dalam perjalanannya selama 3 tahun, Alhamdulillah akhirnya SDIT Alam Nurul Islam bisa menempati tanah/kawasan milik sendiri seluas + 4600 m2 yang terletak di Cambahan Nogotirto.


Bagaimanakah Kurikulum yang digunakan ?


SDIT Alam menggunakan kurikulum Diknas atau Pendidikan Nasional beserta standarisasinya. Yang dimodifikasi terkait dengan tambahan nilai-nilai keislaman serta pengembangan metode pembelajaran secara Eksperiential Learning.


Apakah Eksperiential Learning itu ?


Eksperiential Learning itu sederhananya metode pembelajaran dimana siswa dalam mendapatkan pengetahuannya melalui proses mengalami dahulu. Sehingga siswa aktif untuk melakukan kegiatan pengamatan, observasi, penelitian. Sedangkan guru berperan sebagai fasilitator yang akan memandu siswa menuju kesimpulan yang benar. Guru bukan menjadi pusat tapi justru siswalah pusatnya.


Bagaimana bentuk kegiatan pembelajarannya ?


Dalam satu kelas maksimal dihuni maksimal 24 siswa dengan 2 guru sebagai wali kelas dan guru pendamping. Dua guru tersebut merupakan orang tua mereka selama di sekolah. Proses pembelajaran dimulai dari jam 07.15 hingga jam 15.30 selama 5 hari dari Senin hingga Jum'at. Untuk hari Jum'at pulang jam 14.00. Prosesi setiap harinya diawali dengan ritual Buka Kelas, siswa secara berjama'ah melakukan sholat sunnah Dhuha disusul dengan dzikir al-Ma'tsurat (mulai kelas 3). Sapa Pagi, nasehat dari guru kelas dan ditutup dengan Tahfidh. Menambah hafalan Qur'an. Baru pembelajaran dimulai. Di siang harinya setelah sholat Dhuhur berjama'ah (kelas 1 - 3 di kelas, kelas 4 - 6 di masjid) diadakan makan siang bareng dengan guru sambil bincang-bincang. Lalu pembelajaran siang. Setelah sholat 'Ashar diadakan Tutup Kelas yang berisi : Menulis Diary (mulai kelas 3) terkait dengan kesan pengalaman pembelajaran selama satu hari, penyelesaian masalah dan doa penutup serta saling bermaafan.


Bagaimana kualifikasi guru yang mengajarnya ?


Guru kelas berlatar belakang pendidikan sarjana (s1) dari berbagai bidang baik kependidikan, agama maupun murni. Kompetensi yang harus dikuasai adalah kemampuan baca tulis Al Qur'an serta pemahaman dasar-dasar keislaman yang baik.


Apa saja program Unggulan SDIT Alam?


Outbound : Setiap bulan setiap siswa mengikutinya 2 kali selama satu hari penuh


BTAQ : Setiap hari selama 30 menit siswa mengikuti pembelajaran Baca Qur'an dengan metode Qiroaty


Tahfidh : Setiap hari setiap siswa menambah hafalannya, target hafalan lulusan adalah 2 juz; juz 30 dan 29


Beternak : Setiap siswa diberi satu ekor binatang piaraan yang berbeda setiap kelasnya yang harus dipelihara


Berkebun : Setiap siswa diberi satu tanaman yang berbeda setiap kelasnya untuk dipelihara


Marketday : Setiap siswa dilarang jajan tapi difasilitasi untuk menjual atau membeli di pasar setiap Jum'atnya


Diary Writing : Setiap siswa mulai kelas 3 diwajibkan menuliskan kesan dan pengalaman setiap harinya di buku diary setiap pulang


Teknologi Informasi : Setiap siswa mulai kelas 3 mengikuti pembelajaran komputer


CaLisTung (Baca Tulis Hitung) : Setiap siswa kelas 1 dan 2 diwajibkan program ini untuk ketuntasan dalam Membaca, Menulis dan Berhitung


Adakah peran orang tua dalam proses pendidikan di SDIT Alam ?


Ada. Terkait dengan konsep Keterpaduan antara pembelajaran di sekolah dan di rumah, maka orang tua harus paham dan bisa bekerjasama untuk mewujudkan tujuan pendidikan di SDIT Alam Nurul Islam. Di setiap mau mendaftarkan putra-putrinya ke SDIT Alam, setiap orang tua melakukan MoU dengan sekolah agar bersedia bekerjasama dan mengikuti program untuk orang tua. Program tersebut adalah Dewan Kelas setiap bulan yang terdiri para orang tua di setiap kelas dengan agenda laporan perkembangan akademik dan psikologi siswa serta penanganan masalah siswa. Satu lagi program Parenting School setiap bulan sekali, merupakan forum besar yang menghadirkan Best Practise yang berhasil dan sukses mendidik putra-putrinya.


Mengapa setiap siswa di kelas duduknya lesehan ?


Hal tersebut merupakan bagian dari konsep sekolah Alam. Artinya dalam proses pembelajaran anak tidak dominan berada di kelas dan duduk lesehan. Tapi pembelajaran didesain banyak eksplorasi di luar kelas. Kelas hanya dijadikan sebagai tempat untuk forum diskusi hasil observasi, menarik kesimpulan. Dan dengan lesehan bentuk forum bisa dibentuk fleksibel untuk membangun kedekatan psikologis antara siswa dan guru. Sedangkan untuk kelas 6 sengaja memakai kursi dan meja sebagai bentuk adaptasi siswa untuk Ujian Nasional.


Apa prestasi yang telah dicapai ?


Mayoritas prestasi lomba yang didapat terkait dengan bidang keagamaan. Tahfidh, Tahsin Qur'an, Adzan. Prestasi juga banyak di bidang kegiatan jelajah alam atau outbound. Meskipun pernah juga juara Nasional pembuatan film dokumenter yang diselenggarakan oleh Panasonic. Di bidang akademik,  selalu masuk 10 besar pencapaian rata-rata nilai UN tingkat kecamatan.


Kemana saja para lulusan SDIT Alam meneruskan pendidikannya ?


Beberapa lulusan ada yang masuk ke SMP favorit Jogja, yang paling dominan memilih ke jalur pendidikan Islam Terpadu, SMPIT dan juga meneruskan ke lembaga pendidikan pesantren, seperti pesantren modern Gontor.