2019

    Resume Kuliah Online Forum Parenting Nurul Islam "Keluarga Sadar Bakat"



    Berikut adalah resume Kuliah Online di forum Parenting SDIT Alam Nurul Islam bersama Pak Andri Fajria. Beliau adalah penulis buku “Membangun Keluarga Sadar Bakat” dan juga founder Sekolah Alam Tangerang.

    Pengantar Diskusi
    Keluarga adalah sebuah tim dengan bakat setiap orang yang berbeda - beda. Alangkah mudahnya bila bakat setiap anggota keluarga bisa terlihat jelas seperti dalam film "The Incredible", di mana sang ayah punya kekuatan super, sang ibu punya tubuh yang elastis, sang kakak punya kemampuan menghilang dan membuat perisai pelindung, sang adik punya kemampuan berlari yang cepat, dan adik bayi punya banyak kemampuan super.

    Namun kehidupan nyata tidak seperti cerita dalam film. Orangtua harus banyak melakukan stimulasi untuk menemukan bakat anak. Suami/istri pun harus melewati banyak dinamika keluarga untuk lebih mengenal karakter dan potensi pasangannya.
    Ada 5 tahapan (= 5 M ) untuk menumbuhkan bakat (ada di buku "Membangun Keluarga Sadar Bakat"), yaitu :

    1. MENGENALI  konsep bakat, tools yang digunakan, dll. Ini dilakukan oleh orang dewasa (orangtua dan guru).

    2. MENUMBUHKAN Bakat , yaitu melakukan aktivitas 3 B. Pada hakikatnya seluruh aktivitas di Sekolah Alam telah menumbuhkan bakat anak, sejak dari TK.

    3. MEMBACA Bakat (= Mengukur Bakat) yaitu melakukan evaluasi terhadap aktivitas yang telah dilakukan, menggunakan tools TM. Kami di SAT melakukannya sejak kelas 1 SD. Cara membaca bakat yang kami lakukan adalah : dengan TM Observation untuk siswa tingkat SD, dengan TM Interview untuk tingkat SMP, dan dengan TM Asessment untuk tingkat SMA (maksud saya, siswa SMA sekolah lain yang datang ke SAT.... Sebab SAT belum punya SMA). Berapa lama mengukurnya ? Di SAT, Kami mengukurnya dari kelas 1 SD sampai kelas 6 SD, bahkan sampai kelas 9 bila melanjutkan ke SM Surau Merantau.

    4. MEMAHAMI Bakat, yaitu menganalisis  profil bakat anak untuk mengenali kekuatan dan kelemahannya.

    5. MENGEMBANGKAN Bakat, yaitu melatih bakat secara optimal melalui kegiatan magang, learning from maestro, dll secara terarah dan fokus pada kekuatan anak untuk menjadikannya sebagai profesi anak di masa depan.

    Sesi Diskusi
    Pertanyaan 1 : poin ke 3 mengukur bakat anak setara SD bagaimana caranya?

    Jawaban 1 : Kami mengembangkan metoda TM Obervation, yaitu melakukan observasi terhadap berbagai aktivitas anak, lalu dipetakan ke tools TM
    Langkah - langkah Observasi Bakat Siswa SD

    A. Guru mengamati siswa selama jangka waktu tertentu.
    Tips :
    - Siapkan alat tulis dan/atau alat perekam.
    - Pilihlah tempat yang tidak terhalang agar bisa melihat aktivitas anak dengan jelas dan bisa mendengar ucapan anak dengan jelas.
    - Rekam / catat dengan baik  semua perilaku, ucapan anak. Pastikan tidak menyertakan persepsi observer dalam catatan.

    B. Hasil observasi disampaikan dalam rapat guru yang membahas anak. Di bawah ini adalah Catatan Observasi siswa yang disampaikan tanggal 11 Februari 2019.
    1. Anak mengisi 2 botol air kemasan 600 ml dengan air bening sebanyak kira - kira setengahnya. Lalu menggabungkan mulut kedua botol tersebut dengan lakban. Setelah itu anak mengguncangkan botol dengan kuat sambil berkata "Aku membuat pusaran air...."
    2. Anak membuat sebuah mainan perahu dari kertas. Lalu melarungkan mainan perahu tersebut di saluran air di depan kelasnya.
    3. Anak menulis sepucuk surat untuk ibunya. Di dalam surat tersebut ia membuat : tulisan "Aku sayang ibu", dan gambar ibu dan anak, serta simbol ♥ di atas gambar ibu dan anak. Anak lalu bertanya kepada gurunya :"Bun, ini bagus nggak ?"
    4. Anak menyanyikan sebuah lagu di depan kelas yang lirik dan iramanya dibuat sendiri.
    5. Guru meminta anak menggambar "Benda hidup dan benda mati di sekitar kita". Anak bertanya kepada gurunya "Kalau saung, termasuk benda hidup atau benda mati?" Guru menjawab "Benda mati" Lalu anak bertanya lagi :"Kalau pohon mangga di depan saung benda hidup atau benda mati?" Guru menjawab "Benda hidup" Lalu anak berkata "Kalau begitu Aku menggambar lingkungan sekolah saja" Lalu ia menggambarkannya. Guru menilai bahwa gambarnya cukup baik dan cukup mirip dengan aslinya. Tapi ketika diminta menjelaskan gambar tersebut, anak tidak dapat menjelaskannya.
    6. Guru meminta anak menggambar bebas. Anak membuat coretan berwarna warni yang tidak beraturan. Guru bertanya "Kamu menggambar apa?" Lalu anak menjelaskan dengan bersemangat bahwa itu gambar perang, di mana ada tentara, senjata, dan peperangan.

    Bagaimana menuangkan catatan observasi di atas ke dalam Strength Cluster Map ?
    Dalam rapat pleno Guru, dilakukan analisa dan klasifikasi.

    CATATAN OBSERVASI NO.1
    1. Darimana anak mendapatkan ide membuat pusaran air menggunakan 2 botol yang digabungkan, lalu diguncangkan ? Bila jawabannya "Dari menonton tutorial di Internet", maka beri tanda di aktivitas "Producing". Bila jawabannya "Aku coba coba sendiri", maka beri tanda di aktivitas "Ideating".
    2. Anak melakukan pengamatan terhadap pusaran air, sekaligus melakukan percobaan dampak mengubah tenaga mengguncang terhadap kecepatan pusaran  air. Maka beri tanda pada aktivitas "Observing" dan "Researching".
    3. Membuat rangkaian tersebut membutuhkan ketrampilan tangan. Maka beri tanda juga pada aktivitas "Manual Skill".

    Selanjutnya masukkan juga catatan observasi tersebut ke dalam PETA BAKAT.
    Yang kemungkinan perlu diberi tanda adalah :
    1. Ideation (punya banyak ide).
    2. Analytical (senang analisa sebab akibat : kalau aku guncangkan lebih keras, pu…

    contoh laporan TMO dari 1 kali observasi (durasi observasi tidak sampai 1 menit)
    Pertanyaan 2 : Saya Windi, bunda Fathur kelas 1. Saat ini Fathur usianya hampir 7 tahun. Tapi saya sebagai orang tua belum bisa mengenali bakat dan minat anak. Yang Fathur lakukan selama ini seperti biasa. Belum ada yang menonjol. Misalnya Fathur suka menyanyi, tapi ketika diminta menyanyi dengan benar (tidak teriak2) dia jadi tidak ingin menyanyi lagi.
    Apa yang harus saya lakukan untuk mengenali bakat minat anak saya, Pak Andri?

    Jawaban 2 : Terimakasih Bu Windi.
    Kalau kita petakan ke 5 tahapan di atas, setelah kita (orang dewasa) mempelajari bakat, kita menumbuhkan bakat anak dengan cara 3B (Banyak bertemu orang, banyak beraktivitas, dan Beragam Aktivitas). Temukan aktivitas yang anak menemukan 4E (Easy, Enjoy, Excellent, Earn)
    Setelah kita tumbuhkan bakat anak, barulah kita baca bakat anak, dan seterusnya....

    Pertanyaan 3: Saya sudah membaca buku Pak Andri dan masih bingung 😅
    Ada beberapa pertanyaan:
    1. Bagaimana cara kita membaca bakat anak-anak? Rasanya dibutuhkan pelatihan khusus untuk itu.
    2. Kalau tidak salah, observasi juga dilakukan di sekolah. Apakah guru-guru di Nurul Islam memiliki kompetensi tersebut?
    3. Bagaimana kalau saya ingin belajar mengenai mengenali potensi diri dan orang lain? Petanya kan kompleks banget tuhhh 😅
    Sementara itu dulu, Pak. Oya, putra saya Hamzah kelas 1

    Jawaban 3 :
    1. Tentang Cara membaca bakat anak, bahannya sudah saya sampaikan di atas.  Memang perlu latihan secara kontinyu
    3. Untuk orang dewasa, bisa menggunakan TM Asessment

    Contoh Banyak bertemu orang =
    1. Belanja di warung sebelah.
    2. Ikut arisan di keluarga besar.
    3. Mudik (silaturrahim akbar)
    Contoh Beragam aktivitas :
    1. Bermain permainan tradisional
    2. Masak
    3. Memanjat pohon
    ContohBanyak Aktivitas = kurangi bermain gadget, kurangi nonton TV, jangan mager

    Pertanyaan 4 : Kalo Aiman senang merakit lego dg baik dan terkadang bisa membentuk model dan bentuk lain ...yg berasal dari serpihan lego2 yg dimiliki berarti mempunyai makna / bakat tertentu nggih. Sebelum kami membaca buku SADAR BAKAT kami merasa terganggu karena terus menerus merengek minta beli lego. Apakah hobi anak kami tsb perlu difasilitasi juga ya

    Jawaban 4 : bisa dipetakan ke 114 aktivitas Strength Cluster Map supaya bisa dianalisis termasuk cluster yang mana saja yang kuat


    👆silakan gunakan form di atas

    Pertanyaan 5 : Apakah ada pelatihan khusus untuk ini, Pak?
    Dimana kami bisa melakukan assessment? Ada training untuk menjadi assesor?

    Jawaban 5 : Kalau untuk menjadi asessor TM Asessment, bisa bergabung menjadi Santri Talents Mapping.
    Usul saya, di SA Nuris mengadakan TM Basic, sebagai langkah awal menjadi asessor TM

    Pertanyaan 6 : Saya Sasri ibu dari Azzam kls 6 dan Fatih kls 4. TMO sdh dan sedang kami lakukan. Untuk strenght cluster map saya gunakan tools pandu 45 dari bu septi. Bagaimana dengan ST-30 apakah ada toolsnya untuk observasi anak?

    Jawaban 6 : Pandu 45 = ST-30 + 15 peran bakat terkait fisik.
    Jadi metoda membaca ST30 sama dengan metoda Pandu 45 sedikit perbedaannya, Pandu 45 menggunakan kata kerja, sedangkan ST 30 menggunakan kata benda

    Berarti untuk langkah2nya bisa gunakan pandu 45 dan peta bakat, lalu dihubungkan dengan tahapan perkembangan anak?

    Tentang tahapan perkembangan anak, kita bahas terpisah dari bahasan bakat. (supaya nggak bingung)

    "Menjadi TM Observer"

    Bakat semakin disadari menjadi salah satu hal yang penting untuk dikembangkan dalam  dunia pendidikan dan dunia kerja. Pendidikan diharapkan bisa mengembangkan Talents, Attitude, Skill dan Knowledge (TASK) peserta didik.

    Talents Mapping adalah sebuah perangkat yang bisa digunakan untuk membaca bakat anak. Namun untuk bisa mengisi Assesment TM dengan baik, diperlukan pengalaman 3B (Banyak bertemu orang, Banyak aktivitas, dan Beragam Aktivitas) agar anak mengenali 4E (Easy, Enjoy, Excellent, Earn).

    Pada umumnya (hanya dengan sedikit pengecualian), anak usia SD dan SMP belum bisa mengisi TM Assesment. Lalu bagaimana guru dan orang tua siswa bisa membaca potensi bakat anak?

    Berdasarkan pengalaman Kami di TK Tunas Robbani, SD Alam Tangerang  dan SM Surau Merantau, Guru dapat menggunakan metoda Observasi untuk membaca bakat anak, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut  :
    1. Keseluruhan proses ini harus dilakukan dalam sebuah tim. Sebaiknya dalam tim tersebut minimal ada seorang yang memiliki bakat Analytical yang kuat.
    2. Guru harus belajar dan terus mengasah kemampuan observasinya. Pemahaman terhadap 34 tema bakat dan 114 aktivitas strength cluster map merupakan prasyarat yang harus dimiliki.
    3. Proses verifikasi dan klasifikasi  terhadap hasil observasi dilakukan dalam rapat pleno yang dilakukan secara rutin. Melalui rapat ini, kemampuan tim akan terus terasah.

    Tangerang, 15 Oktober 2018
    Andri Fajria
    Sekolah Alam Tangerang

    Pertanyaan 7 : Assalamualaikum wr wb..perkenalkan saya Naning wali dari Fathin kls 6 dan Fatih kls 1..
    Begini pak..anak kami ada yg seneng banget otak Atik Lego .kayak putranya ibu di atas tadi(bisa menciptakan berbagai bentuk dg imaginasinya)..nah mnrt kami kayaknya bakatnya di teknik(ini mnrt kami njih sbg org awam),tp sampai kls 6 ini nilai akademis matematika bisa dibilang kurang..apakah kemampuan teknik juga hendaknya didukung oleh nilai akademis matematika yg bagus juga pak?

    Jawaban 7: wa alaikum salam.
    Maaf mungkin diskusi saya di bawah ini bisa relevan dengan yang ditanyakan :

    Pertanyaan dari Rury (Sekolah Kebon Maen) : "1.Bagaimana pembuatan jdwl kegiatan dan brp kali untuk observasi bakat ini agar mendapat data akurat ttg peta bakat anak.

    Jawaban :
    Observasi Bakat ini sama sekali tidak merubah jadwal kegiatan anak. Observasi Bakat termasuk dalam bagian evaluasi pembelajaran yang dilakukan setiap saat oleh para guru.
    Kami mengumpulkan hasil observasi ini selama bertahun - tahun, yaitu memasukkannya ke dalam rapor portofolio yang dibagikan di pertengahan semester genap.

    Kenapa harus bertahun - tahun ? Sudah dijelaskan dalam materi yang saya kirimkan sebelumnya, yaitu untuk menghilangkan bias :
    1. Tahapan perkembangan anak.
    2. Pengaruh (kesukaan) guru.
    3. Pengaruh teman.

     Jangan terburu - buru menetapkan bakat anak.
    Tahapan menumbuhkan - membaca dan memahami adalah siklus yang berulang terusss...

    Pertanyaan 8 : Kalau seperti itu kapan masa yg paling tepat menentukan bakat anak adalah  ..?pak,setelah data semua terkumpul atau bagaimana ?😀😀maaf saya benar 2 TDK tahu ..butuh edukasi.
    Karena biasanya itu nanti berpengaruh juga ke memilih jenjang sekolah selanjutnya ketika anak memasuki SMP atau SMA(jurusan IPS atau IPA atau malah Diniyah..bahkan SMK)

    Jawaban 8 : Menurut pengalaman kami, di usia SMP anak anak sudah bisa confirmed dengan bakatnya

    Pertanyaan 9 : Assalamualaikum w w
    Saya Akbar, ayah dari Mas Agha- kelas 3. Yang ingin saya tanyakan bisakah meringkas tahapan Talents Observation, Interview dan Assessment tanpa harus terpaku pada tahapan pendidikan formal. Perlu waktu yang ideal berapa lama? Kita ambil contoh Joey Alexander dan Kylian Mbappe ( bintang berusia belia yang prestasinya level dunia).

    Jawaban 9 :
    Terimakasih informasinya Pak Akbar.
    15 bakat yang terkait fisik memang lebih mudah terlihat, seperti :
    1. Menyanyi
    2. Visual art
    3. Sport
    4.
    ....
    15. Memelihara hewan
    Justru saya pribadi menilai homeschooling memiliki fleksibilitas tinggi untuk menstimulasi bakat anak
    Sehingga anak homeschooling bisa lebih cepat mengembangkan bakatnya.
    #bila stimulasinya tepat


    saya membuat tahapan TMO, TMI, dan TMA untuk memudahkan analisisnya.
    Anak SD diobservasi oleh orang dewasa.
    Anak SMP sudah cukup mengenal dirinya, sehingga bisa diinterview.
    SMA ke atas sudah bisa mengisi kuesioner
    Tips : Cara mudah membaca bakat anak usia SD

    Setelah saya posting 3 tulisan mengenai pemanfaatan Talents Mapping untuk anak usia SD dan TK pekan lalu, saya menerima beberapa pertanyaan tentang cara termudah membaca bakat anak usia SD. Ini adalah salah satu pendekatan yang Kami lakukan di Sekolah Alam Tangerang (SAT). Mohon maaf bila menurut pengalaman bapak/ibu kurang sesuai 🙏🏻🙏🏻🙏🏻.

    Kita bisa menduga bakat dominan anak melalui bacaan dan tontonan yang disukai anak, misalnya :
    1.         Anak suka menonton atau membaca cerita yang berhubungan dengan spiritual, seperti : Film Harry Potter, Rahasia Ilahi (ups, ini mah cerita jadoel hahaha....), cerita horor, dll ==> kemungkinan anak memiliki bakat dominan CONNECTEDNESS.
    2.         Film bertema persahabatan ==> bakat RELATOR
    3.         Film sinetron yang menguras emosi dan air mata ==> bakat EMPATHY
    4.         Film misteri dan cerita detektif ==> bakat ANALYTICAL
    5.         Film Discovery ==> bakat LEARNER
    6.         Film sains fiction ==> bakat FUTURISTIC
    7.         Film Sejarah ==> bakat CONTEXT
    8.         Infotainment/ cerita gosip ==> bakat INPUT
    9.         Dst..... Silakan diteruskan sendiri 😃😃

    Kami menggunakan metoda wawancara untuk mendapatkan informasi film atau bacaan kesukaan anak. Namun mungkin dapat dikembangkan dengan membuat list pertanyaan tertutup yang akan dipilih oleh anak. Bila metoda ini dikembangkan, maka someday kita bisa membuat Assesment “ TM FOR KIDS ”.

    Semoga bermanfaat

    Ditulis diatas KA menuju Bekasi, Senin 20 Agustus 2018 (
    9 Zulhijjah waktu Makkah / 8 Zulhijjah waktu Indonesia)

    Andri Fajria
    TK Tunas Robbani
    SD Alam Tangerang
    SM Surau Merantau

    Pertanyaan 10 : Setiap anak berbakat ..tapi terkadang kita susah mendefinisikan bakat anak ktk sdh SMP sekalipun ..lantas tindakan apa yg perlu kita lakukan ya pak?kalau tes interview hanya bs dilakukan ahlinya ya..

    Jawaban 10 : Kalau yg SMP SDH ada panduan tes interview ya pak??soalnya panduan yg pak Fajri kirim blm bs dibuka 😀😀

    saya punya contoh laporan TM Interview.

    Pertanyaan 11 : Kaitannya dg perolehan nilai akademis apakah itu bisa dijadikan salah satu patokan ttg bakat seorg anak pak?

     Jawaban 11 : Nilai akademik mungkin bisa dianggap mewakili kriteria "excellent" (dari 4 E). Tapi tergantung juga bagaimana cara penilaiannya. Lalu dibandingkan dengan 3 E yang lain. Kami di SAT menggunakan penilaian kuantitatif, lalu dirata - rata untuk setiap bakat yang dinilai

    Pertanyaan 12 : Stimulasi apa ya pak..yg kira2 bisa ortu kembangkan di rumah,spy bakat anak lbh tergali ?

    Jawaban 12 : Aktivitas 3 B. Atau gunakan 114 aktivitas di strength cluster map

    Closing Statement
    Saya bersyukur mendapat kesempatan yang luar biasa ini berdiskusi dengan para orangtua yang memiliki semangat belajar yang tinggi. Mohon maaf bila ada yang kurang berkenan, atau kurang memuaskan.
    Semoga ada kesempatan lain kita bisa bersilaturrahim.
    Terimakasih Pak Arief yang sudah memfasilitasi.
    Wasaalamualaikum wrwb

    Tutup Tema Pembelajaran


    Setiap tema pembelajaran berakhir, setiap kelas akan mengadakan kegiatan Tutup Tema. Apa Tutup Tema itu? Sebuah proses belajar tidak semata hanya dilakukan dengan menghafal atau memahami saja. Benjamin Bloom, seorang psikolog pendidikan membuat sebuah rumusan tentang proses belajar. Klasifikasi itu berupa tingkatan proses berpikir dari yang sederhana menuju level tingkat tinggi.

    Disesuaikan dengan perkembangan jaman, bersama muridnya yang bernama Lorin Anderson, Bloom merevisi taksonomi Bloom pada tahun 1990 dan dipublikasikan pada tahun 2001. Sehingga sangat jelas bahwa hasil belajar itu idealnya hingga level membuat. Bahkan dalam konsep Tarbiyah Project, setelah membuat ada satu lagi proses yang dilakukan, yaitu berbagi.
     
    Untuk memastikan bahwa setiap proses belajar tak sekedar hafal dan paham, tapi sampai tingkat membuat bahkan berbagi, maka kegiatan Tutup Tema itu hadir. Di dalam kegiatan Tutup Tema setiap kelas bisa mengisinya dengan berbagai kegiatan sebagai bentuk publikasi kepada publik bahwa kegiatan belajar yang sudah dilakukan ada bekasnya. Seperti yang dilakukan oleh siswa kelas 2 dalam mempelajari tema Makanan. Tema yang berbasis materi sains ini siswa melakukan tutup tema dengan kegiatan pengenalan beberapa macam energi dalam mengolah makanan. Energi listrik, panas, cahaya dan bunyi. Melalui aktivitas membuat terompet. masak popcorn, menggoreng kerupuk, membuat roti panggang, membuat lilin dari minyak jelantah, membuat api dengan kaca pembesar.
     
    Tak ketingggalan siswa kelas 5. Tema cita-cita ditutup dengan menghadirkan salah satu profesi yang sedang hits di masa kini yaitu "Chef". Bekerjasama dengan salah satu wali, bu @pandanpanoet melakukan demo masak makanan yang mudah dibuat dan menarik untuk anak - anak yaitu pizza nasi.
    Kegiatan ini memberi pengalaman anak mulai dari menyiapkan alat masak dan bahan-bahannya lalu melalui proses memasak dan terahir menikmati hasil masakan. Diakhir kegiatan,mereka membuat evaluasi dikelas masing-masing tentang kegiatan yang dudah mereka lakukan. Ternyata mereka sangat senang dan menikmati. Mereka mendapat pelajaran untuk bisa menghargai makanan,karena untuk membuatnya juga membutuhkan proses yg tidak mudah. Selain itu juga menghargai beragam profesi karena sudah mempunyai porsi masing- masing di tiap lini kehidupan untuk saling memenuhi kebutuhan.
     
    Di tutup tema Rumahku , siswa kelas 1 mengadakan ekspo 'Dunia Kardus'. Hasil eksplorasi mereka mengenal berbagai benda yang ada di dalam rumah. Lalu, etika dan doa yang menjadi kebiasaan sehari-hari di rumah. Siswa memebuat replika barang dan benda di rumah dan dipamerkan dalam kegiatan tutup tema ini.
     
    Kelas 3 mengadakan even Job Expo sebagai hasil dari proses belajar materi yang dikemas dalam tema Pekerjaan. Selama belajar pekerjaan anak-anak melakukan project magang belajar dengan disupervisi oleh orang tua masing-masing. Bahkan mereka juga mendapatkan gaji sesuai ketentuan yang diberikan oleh orang tua atau tempat magang kerjanya. Hasil gaji yang didapatkan kemudian ditabung dalam wadah tabungan yang terbuat dari toples bekas yang dihias kolase dari biji-bijian. Job Expo menghadirkan bintang tamu dengaqn berbagai profesi. Ada pedagang bakpao, pelukis dan crosser. Yang menarik perhatian adalah aksi crosser yang melakukan track curam naik turun tangga dengan motor trailnya.