Dear SDITAlamania, salah satu karakter yang ditanamkan di SDIT Alam Nurul Islam ialah Pemimpin. Dari SIP, Sholih, Ilmuwan dan Pemimpin. Untuk mencapai karakter tersebut, salah satu program yang dilaksanakan adalah berkebun. Karena dengan berkebun, setiap siswa akan berkesempatan untuk mempertanggung jawabkan tanaman yang akan ditanamnya. Keberlangsungan dari mulai kecil hingga besar harus dipantau oleh siswa tersebut. Ia pun siap dengan jawaban manakala terjadi masalah dengan tanaman miliknya. Beberapa metode sudah dilaksanakan untuk mensukseskan program berkebun tersebut. Yang terakhir ini dipilih metode berkebun yang baru dan sedang ngetren. Berkebun secara Hidroponik.

Metode ini dipilih dikarenakan lebih kecil resiko tanaman untuk mati. Tidak membutuhkan media tanah, tapi sebagian besar menggunakan media air sebagai pemberi nutrisi pada tanaman. Memang sih hidroponik membutuhkan instalasi berupa pipa yang dilubang untuk tempat tanaman. Untuk memperkecil resiko penyakit tanaman lagi, tanaman hidroponik dibuatkan rumah besar yang disebut Green House.

Kegunaan Green House adalah ; Pertama, untuk menciptakan cuaca sepanjang saat dalam kondisi terang tanpa hujan. Karena atap yang terbuat plastik transparan meski hari hujan, air akan tertahan. Curah hujan yang tinggi biasanya berpotensi untuk merusak tanaman yang masih belia. Bahkan jika suhu Green House panas karena terik matahari, bisa dikondisikan dengan mendinginkannya menggunakan alat pengkabut. Kedua, dengan kondisi tertutup, Green House mencegah hewan serangga untuk masuk yang nantinya berpotensi sebagai hama. Seperti kupu-kupu yang akan bertelur dan menjadi ulat yang akan memakan daun tanaman.   
 Nah, tanaman perdana yang disemai di Green House SDIT Alam Nurul Islam adalah sayur Kangkung dan Selada Merah. Kangkung adalah tanaman dengan umur yang pendek. Umurnya 25 hingga 30 hari sudah bisa dipanen. Penyemaian bijinya tergolong mudah. Karena dengan metode hidroponik, pemberian nutrisi tinggal ditambahkan melalui bak air yang akan dipompakan di setiap pipa-pipa yang berisi tanaman. Untuk kangkung nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh sekitar 700an ppm konsentrasinya. 
 
 Salah satu modul Hidroponik menggunakan energi listrik dari Sel Surya. Sehingga tidak melulu ketergantungan dari listri PLN. Kedepan kapasitas Solar Sel akan ditambah sehingga cita-citanya seluruh modul hidroponik sudah bebas listri dari PLN. Sehingga benar-benar Green House on The Green Energy.
Pas satu bulan tanaman Kangkung sudah layak panen. Pas juga hari ini adalah hari Jum'at, hari Marketday atawa berjualan. Anak-anak langsung beramai memanen Kangkung untuk dikemas dan dijual di Marketday.
Tak diduga, ternyata minat sayuran hidroponik apalagi ini panen perdana sangatlah banyak. Tak sampai 5 menit hasil panen Kangkung langsung ludes diserbu pembeli. Katanya sayuran hidroponik rasanya lebih renyah, gak percaya? Ayo coba deh. Sekitar 2 pekan lagi akan panen lagi Selada Merah. Tunggu ya di Marketday khusus Sayur Hidroponik.

 
Sekolah Alam Nurul Islam © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top