Sekolah Alam Nurul Islam

    Resume Kuliah Online Forum Parenting Nurul Islam "Keluarga Sadar Bakat"



    Berikut adalah resume Kuliah Online di forum Parenting SDIT Alam Nurul Islam bersama Pak Andri Fajria. Beliau adalah penulis buku “Membangun Keluarga Sadar Bakat” dan juga founder Sekolah Alam Tangerang.

    Pengantar Diskusi
    Keluarga adalah sebuah tim dengan bakat setiap orang yang berbeda - beda. Alangkah mudahnya bila bakat setiap anggota keluarga bisa terlihat jelas seperti dalam film "The Incredible", di mana sang ayah punya kekuatan super, sang ibu punya tubuh yang elastis, sang kakak punya kemampuan menghilang dan membuat perisai pelindung, sang adik punya kemampuan berlari yang cepat, dan adik bayi punya banyak kemampuan super.

    Namun kehidupan nyata tidak seperti cerita dalam film. Orangtua harus banyak melakukan stimulasi untuk menemukan bakat anak. Suami/istri pun harus melewati banyak dinamika keluarga untuk lebih mengenal karakter dan potensi pasangannya.
    Ada 5 tahapan (= 5 M ) untuk menumbuhkan bakat (ada di buku "Membangun Keluarga Sadar Bakat"), yaitu :

    1. MENGENALI  konsep bakat, tools yang digunakan, dll. Ini dilakukan oleh orang dewasa (orangtua dan guru).

    2. MENUMBUHKAN Bakat , yaitu melakukan aktivitas 3 B. Pada hakikatnya seluruh aktivitas di Sekolah Alam telah menumbuhkan bakat anak, sejak dari TK.

    3. MEMBACA Bakat (= Mengukur Bakat) yaitu melakukan evaluasi terhadap aktivitas yang telah dilakukan, menggunakan tools TM. Kami di SAT melakukannya sejak kelas 1 SD. Cara membaca bakat yang kami lakukan adalah : dengan TM Observation untuk siswa tingkat SD, dengan TM Interview untuk tingkat SMP, dan dengan TM Asessment untuk tingkat SMA (maksud saya, siswa SMA sekolah lain yang datang ke SAT.... Sebab SAT belum punya SMA). Berapa lama mengukurnya ? Di SAT, Kami mengukurnya dari kelas 1 SD sampai kelas 6 SD, bahkan sampai kelas 9 bila melanjutkan ke SM Surau Merantau.

    4. MEMAHAMI Bakat, yaitu menganalisis  profil bakat anak untuk mengenali kekuatan dan kelemahannya.

    5. MENGEMBANGKAN Bakat, yaitu melatih bakat secara optimal melalui kegiatan magang, learning from maestro, dll secara terarah dan fokus pada kekuatan anak untuk menjadikannya sebagai profesi anak di masa depan.

    Sesi Diskusi
    Pertanyaan 1 : poin ke 3 mengukur bakat anak setara SD bagaimana caranya?

    Jawaban 1 : Kami mengembangkan metoda TM Obervation, yaitu melakukan observasi terhadap berbagai aktivitas anak, lalu dipetakan ke tools TM
    Langkah - langkah Observasi Bakat Siswa SD

    A. Guru mengamati siswa selama jangka waktu tertentu.
    Tips :
    - Siapkan alat tulis dan/atau alat perekam.
    - Pilihlah tempat yang tidak terhalang agar bisa melihat aktivitas anak dengan jelas dan bisa mendengar ucapan anak dengan jelas.
    - Rekam / catat dengan baik  semua perilaku, ucapan anak. Pastikan tidak menyertakan persepsi observer dalam catatan.

    B. Hasil observasi disampaikan dalam rapat guru yang membahas anak. Di bawah ini adalah Catatan Observasi siswa yang disampaikan tanggal 11 Februari 2019.
    1. Anak mengisi 2 botol air kemasan 600 ml dengan air bening sebanyak kira - kira setengahnya. Lalu menggabungkan mulut kedua botol tersebut dengan lakban. Setelah itu anak mengguncangkan botol dengan kuat sambil berkata "Aku membuat pusaran air...."
    2. Anak membuat sebuah mainan perahu dari kertas. Lalu melarungkan mainan perahu tersebut di saluran air di depan kelasnya.
    3. Anak menulis sepucuk surat untuk ibunya. Di dalam surat tersebut ia membuat : tulisan "Aku sayang ibu", dan gambar ibu dan anak, serta simbol ♥ di atas gambar ibu dan anak. Anak lalu bertanya kepada gurunya :"Bun, ini bagus nggak ?"
    4. Anak menyanyikan sebuah lagu di depan kelas yang lirik dan iramanya dibuat sendiri.
    5. Guru meminta anak menggambar "Benda hidup dan benda mati di sekitar kita". Anak bertanya kepada gurunya "Kalau saung, termasuk benda hidup atau benda mati?" Guru menjawab "Benda mati" Lalu anak bertanya lagi :"Kalau pohon mangga di depan saung benda hidup atau benda mati?" Guru menjawab "Benda hidup" Lalu anak berkata "Kalau begitu Aku menggambar lingkungan sekolah saja" Lalu ia menggambarkannya. Guru menilai bahwa gambarnya cukup baik dan cukup mirip dengan aslinya. Tapi ketika diminta menjelaskan gambar tersebut, anak tidak dapat menjelaskannya.
    6. Guru meminta anak menggambar bebas. Anak membuat coretan berwarna warni yang tidak beraturan. Guru bertanya "Kamu menggambar apa?" Lalu anak menjelaskan dengan bersemangat bahwa itu gambar perang, di mana ada tentara, senjata, dan peperangan.

    Bagaimana menuangkan catatan observasi di atas ke dalam Strength Cluster Map ?
    Dalam rapat pleno Guru, dilakukan analisa dan klasifikasi.

    CATATAN OBSERVASI NO.1
    1. Darimana anak mendapatkan ide membuat pusaran air menggunakan 2 botol yang digabungkan, lalu diguncangkan ? Bila jawabannya "Dari menonton tutorial di Internet", maka beri tanda di aktivitas "Producing". Bila jawabannya "Aku coba coba sendiri", maka beri tanda di aktivitas "Ideating".
    2. Anak melakukan pengamatan terhadap pusaran air, sekaligus melakukan percobaan dampak mengubah tenaga mengguncang terhadap kecepatan pusaran  air. Maka beri tanda pada aktivitas "Observing" dan "Researching".
    3. Membuat rangkaian tersebut membutuhkan ketrampilan tangan. Maka beri tanda juga pada aktivitas "Manual Skill".

    Selanjutnya masukkan juga catatan observasi tersebut ke dalam PETA BAKAT.
    Yang kemungkinan perlu diberi tanda adalah :
    1. Ideation (punya banyak ide).
    2. Analytical (senang analisa sebab akibat : kalau aku guncangkan lebih keras, pu…

    contoh laporan TMO dari 1 kali observasi (durasi observasi tidak sampai 1 menit)
    Pertanyaan 2 : Saya Windi, bunda Fathur kelas 1. Saat ini Fathur usianya hampir 7 tahun. Tapi saya sebagai orang tua belum bisa mengenali bakat dan minat anak. Yang Fathur lakukan selama ini seperti biasa. Belum ada yang menonjol. Misalnya Fathur suka menyanyi, tapi ketika diminta menyanyi dengan benar (tidak teriak2) dia jadi tidak ingin menyanyi lagi.
    Apa yang harus saya lakukan untuk mengenali bakat minat anak saya, Pak Andri?

    Jawaban 2 : Terimakasih Bu Windi.
    Kalau kita petakan ke 5 tahapan di atas, setelah kita (orang dewasa) mempelajari bakat, kita menumbuhkan bakat anak dengan cara 3B (Banyak bertemu orang, banyak beraktivitas, dan Beragam Aktivitas). Temukan aktivitas yang anak menemukan 4E (Easy, Enjoy, Excellent, Earn)
    Setelah kita tumbuhkan bakat anak, barulah kita baca bakat anak, dan seterusnya....

    Pertanyaan 3: Saya sudah membaca buku Pak Andri dan masih bingung 😅
    Ada beberapa pertanyaan:
    1. Bagaimana cara kita membaca bakat anak-anak? Rasanya dibutuhkan pelatihan khusus untuk itu.
    2. Kalau tidak salah, observasi juga dilakukan di sekolah. Apakah guru-guru di Nurul Islam memiliki kompetensi tersebut?
    3. Bagaimana kalau saya ingin belajar mengenai mengenali potensi diri dan orang lain? Petanya kan kompleks banget tuhhh 😅
    Sementara itu dulu, Pak. Oya, putra saya Hamzah kelas 1

    Jawaban 3 :
    1. Tentang Cara membaca bakat anak, bahannya sudah saya sampaikan di atas.  Memang perlu latihan secara kontinyu
    3. Untuk orang dewasa, bisa menggunakan TM Asessment

    Contoh Banyak bertemu orang =
    1. Belanja di warung sebelah.
    2. Ikut arisan di keluarga besar.
    3. Mudik (silaturrahim akbar)
    Contoh Beragam aktivitas :
    1. Bermain permainan tradisional
    2. Masak
    3. Memanjat pohon
    ContohBanyak Aktivitas = kurangi bermain gadget, kurangi nonton TV, jangan mager

    Pertanyaan 4 : Kalo Aiman senang merakit lego dg baik dan terkadang bisa membentuk model dan bentuk lain ...yg berasal dari serpihan lego2 yg dimiliki berarti mempunyai makna / bakat tertentu nggih. Sebelum kami membaca buku SADAR BAKAT kami merasa terganggu karena terus menerus merengek minta beli lego. Apakah hobi anak kami tsb perlu difasilitasi juga ya

    Jawaban 4 : bisa dipetakan ke 114 aktivitas Strength Cluster Map supaya bisa dianalisis termasuk cluster yang mana saja yang kuat


    👆silakan gunakan form di atas

    Pertanyaan 5 : Apakah ada pelatihan khusus untuk ini, Pak?
    Dimana kami bisa melakukan assessment? Ada training untuk menjadi assesor?

    Jawaban 5 : Kalau untuk menjadi asessor TM Asessment, bisa bergabung menjadi Santri Talents Mapping.
    Usul saya, di SA Nuris mengadakan TM Basic, sebagai langkah awal menjadi asessor TM

    Pertanyaan 6 : Saya Sasri ibu dari Azzam kls 6 dan Fatih kls 4. TMO sdh dan sedang kami lakukan. Untuk strenght cluster map saya gunakan tools pandu 45 dari bu septi. Bagaimana dengan ST-30 apakah ada toolsnya untuk observasi anak?

    Jawaban 6 : Pandu 45 = ST-30 + 15 peran bakat terkait fisik.
    Jadi metoda membaca ST30 sama dengan metoda Pandu 45 sedikit perbedaannya, Pandu 45 menggunakan kata kerja, sedangkan ST 30 menggunakan kata benda

    Berarti untuk langkah2nya bisa gunakan pandu 45 dan peta bakat, lalu dihubungkan dengan tahapan perkembangan anak?

    Tentang tahapan perkembangan anak, kita bahas terpisah dari bahasan bakat. (supaya nggak bingung)

    "Menjadi TM Observer"

    Bakat semakin disadari menjadi salah satu hal yang penting untuk dikembangkan dalam  dunia pendidikan dan dunia kerja. Pendidikan diharapkan bisa mengembangkan Talents, Attitude, Skill dan Knowledge (TASK) peserta didik.

    Talents Mapping adalah sebuah perangkat yang bisa digunakan untuk membaca bakat anak. Namun untuk bisa mengisi Assesment TM dengan baik, diperlukan pengalaman 3B (Banyak bertemu orang, Banyak aktivitas, dan Beragam Aktivitas) agar anak mengenali 4E (Easy, Enjoy, Excellent, Earn).

    Pada umumnya (hanya dengan sedikit pengecualian), anak usia SD dan SMP belum bisa mengisi TM Assesment. Lalu bagaimana guru dan orang tua siswa bisa membaca potensi bakat anak?

    Berdasarkan pengalaman Kami di TK Tunas Robbani, SD Alam Tangerang  dan SM Surau Merantau, Guru dapat menggunakan metoda Observasi untuk membaca bakat anak, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut  :
    1. Keseluruhan proses ini harus dilakukan dalam sebuah tim. Sebaiknya dalam tim tersebut minimal ada seorang yang memiliki bakat Analytical yang kuat.
    2. Guru harus belajar dan terus mengasah kemampuan observasinya. Pemahaman terhadap 34 tema bakat dan 114 aktivitas strength cluster map merupakan prasyarat yang harus dimiliki.
    3. Proses verifikasi dan klasifikasi  terhadap hasil observasi dilakukan dalam rapat pleno yang dilakukan secara rutin. Melalui rapat ini, kemampuan tim akan terus terasah.

    Tangerang, 15 Oktober 2018
    Andri Fajria
    Sekolah Alam Tangerang

    Pertanyaan 7 : Assalamualaikum wr wb..perkenalkan saya Naning wali dari Fathin kls 6 dan Fatih kls 1..
    Begini pak..anak kami ada yg seneng banget otak Atik Lego .kayak putranya ibu di atas tadi(bisa menciptakan berbagai bentuk dg imaginasinya)..nah mnrt kami kayaknya bakatnya di teknik(ini mnrt kami njih sbg org awam),tp sampai kls 6 ini nilai akademis matematika bisa dibilang kurang..apakah kemampuan teknik juga hendaknya didukung oleh nilai akademis matematika yg bagus juga pak?

    Jawaban 7: wa alaikum salam.
    Maaf mungkin diskusi saya di bawah ini bisa relevan dengan yang ditanyakan :

    Pertanyaan dari Rury (Sekolah Kebon Maen) : "1.Bagaimana pembuatan jdwl kegiatan dan brp kali untuk observasi bakat ini agar mendapat data akurat ttg peta bakat anak.

    Jawaban :
    Observasi Bakat ini sama sekali tidak merubah jadwal kegiatan anak. Observasi Bakat termasuk dalam bagian evaluasi pembelajaran yang dilakukan setiap saat oleh para guru.
    Kami mengumpulkan hasil observasi ini selama bertahun - tahun, yaitu memasukkannya ke dalam rapor portofolio yang dibagikan di pertengahan semester genap.

    Kenapa harus bertahun - tahun ? Sudah dijelaskan dalam materi yang saya kirimkan sebelumnya, yaitu untuk menghilangkan bias :
    1. Tahapan perkembangan anak.
    2. Pengaruh (kesukaan) guru.
    3. Pengaruh teman.

     Jangan terburu - buru menetapkan bakat anak.
    Tahapan menumbuhkan - membaca dan memahami adalah siklus yang berulang terusss...

    Pertanyaan 8 : Kalau seperti itu kapan masa yg paling tepat menentukan bakat anak adalah  ..?pak,setelah data semua terkumpul atau bagaimana ?😀😀maaf saya benar 2 TDK tahu ..butuh edukasi.
    Karena biasanya itu nanti berpengaruh juga ke memilih jenjang sekolah selanjutnya ketika anak memasuki SMP atau SMA(jurusan IPS atau IPA atau malah Diniyah..bahkan SMK)

    Jawaban 8 : Menurut pengalaman kami, di usia SMP anak anak sudah bisa confirmed dengan bakatnya

    Pertanyaan 9 : Assalamualaikum w w
    Saya Akbar, ayah dari Mas Agha- kelas 3. Yang ingin saya tanyakan bisakah meringkas tahapan Talents Observation, Interview dan Assessment tanpa harus terpaku pada tahapan pendidikan formal. Perlu waktu yang ideal berapa lama? Kita ambil contoh Joey Alexander dan Kylian Mbappe ( bintang berusia belia yang prestasinya level dunia).

    Jawaban 9 :
    Terimakasih informasinya Pak Akbar.
    15 bakat yang terkait fisik memang lebih mudah terlihat, seperti :
    1. Menyanyi
    2. Visual art
    3. Sport
    4.
    ....
    15. Memelihara hewan
    Justru saya pribadi menilai homeschooling memiliki fleksibilitas tinggi untuk menstimulasi bakat anak
    Sehingga anak homeschooling bisa lebih cepat mengembangkan bakatnya.
    #bila stimulasinya tepat


    saya membuat tahapan TMO, TMI, dan TMA untuk memudahkan analisisnya.
    Anak SD diobservasi oleh orang dewasa.
    Anak SMP sudah cukup mengenal dirinya, sehingga bisa diinterview.
    SMA ke atas sudah bisa mengisi kuesioner
    Tips : Cara mudah membaca bakat anak usia SD

    Setelah saya posting 3 tulisan mengenai pemanfaatan Talents Mapping untuk anak usia SD dan TK pekan lalu, saya menerima beberapa pertanyaan tentang cara termudah membaca bakat anak usia SD. Ini adalah salah satu pendekatan yang Kami lakukan di Sekolah Alam Tangerang (SAT). Mohon maaf bila menurut pengalaman bapak/ibu kurang sesuai 🙏🏻🙏🏻🙏🏻.

    Kita bisa menduga bakat dominan anak melalui bacaan dan tontonan yang disukai anak, misalnya :
    1.         Anak suka menonton atau membaca cerita yang berhubungan dengan spiritual, seperti : Film Harry Potter, Rahasia Ilahi (ups, ini mah cerita jadoel hahaha....), cerita horor, dll ==> kemungkinan anak memiliki bakat dominan CONNECTEDNESS.
    2.         Film bertema persahabatan ==> bakat RELATOR
    3.         Film sinetron yang menguras emosi dan air mata ==> bakat EMPATHY
    4.         Film misteri dan cerita detektif ==> bakat ANALYTICAL
    5.         Film Discovery ==> bakat LEARNER
    6.         Film sains fiction ==> bakat FUTURISTIC
    7.         Film Sejarah ==> bakat CONTEXT
    8.         Infotainment/ cerita gosip ==> bakat INPUT
    9.         Dst..... Silakan diteruskan sendiri 😃😃

    Kami menggunakan metoda wawancara untuk mendapatkan informasi film atau bacaan kesukaan anak. Namun mungkin dapat dikembangkan dengan membuat list pertanyaan tertutup yang akan dipilih oleh anak. Bila metoda ini dikembangkan, maka someday kita bisa membuat Assesment “ TM FOR KIDS ”.

    Semoga bermanfaat

    Ditulis diatas KA menuju Bekasi, Senin 20 Agustus 2018 (
    9 Zulhijjah waktu Makkah / 8 Zulhijjah waktu Indonesia)

    Andri Fajria
    TK Tunas Robbani
    SD Alam Tangerang
    SM Surau Merantau

    Pertanyaan 10 : Setiap anak berbakat ..tapi terkadang kita susah mendefinisikan bakat anak ktk sdh SMP sekalipun ..lantas tindakan apa yg perlu kita lakukan ya pak?kalau tes interview hanya bs dilakukan ahlinya ya..

    Jawaban 10 : Kalau yg SMP SDH ada panduan tes interview ya pak??soalnya panduan yg pak Fajri kirim blm bs dibuka 😀😀

    saya punya contoh laporan TM Interview.

    Pertanyaan 11 : Kaitannya dg perolehan nilai akademis apakah itu bisa dijadikan salah satu patokan ttg bakat seorg anak pak?

     Jawaban 11 : Nilai akademik mungkin bisa dianggap mewakili kriteria "excellent" (dari 4 E). Tapi tergantung juga bagaimana cara penilaiannya. Lalu dibandingkan dengan 3 E yang lain. Kami di SAT menggunakan penilaian kuantitatif, lalu dirata - rata untuk setiap bakat yang dinilai

    Pertanyaan 12 : Stimulasi apa ya pak..yg kira2 bisa ortu kembangkan di rumah,spy bakat anak lbh tergali ?

    Jawaban 12 : Aktivitas 3 B. Atau gunakan 114 aktivitas di strength cluster map

    Closing Statement
    Saya bersyukur mendapat kesempatan yang luar biasa ini berdiskusi dengan para orangtua yang memiliki semangat belajar yang tinggi. Mohon maaf bila ada yang kurang berkenan, atau kurang memuaskan.
    Semoga ada kesempatan lain kita bisa bersilaturrahim.
    Terimakasih Pak Arief yang sudah memfasilitasi.
    Wasaalamualaikum wrwb

    Tutup Tema Pembelajaran


    Setiap tema pembelajaran berakhir, setiap kelas akan mengadakan kegiatan Tutup Tema. Apa Tutup Tema itu? Sebuah proses belajar tidak semata hanya dilakukan dengan menghafal atau memahami saja. Benjamin Bloom, seorang psikolog pendidikan membuat sebuah rumusan tentang proses belajar. Klasifikasi itu berupa tingkatan proses berpikir dari yang sederhana menuju level tingkat tinggi.

    Disesuaikan dengan perkembangan jaman, bersama muridnya yang bernama Lorin Anderson, Bloom merevisi taksonomi Bloom pada tahun 1990 dan dipublikasikan pada tahun 2001. Sehingga sangat jelas bahwa hasil belajar itu idealnya hingga level membuat. Bahkan dalam konsep Tarbiyah Project, setelah membuat ada satu lagi proses yang dilakukan, yaitu berbagi.
     
    Untuk memastikan bahwa setiap proses belajar tak sekedar hafal dan paham, tapi sampai tingkat membuat bahkan berbagi, maka kegiatan Tutup Tema itu hadir. Di dalam kegiatan Tutup Tema setiap kelas bisa mengisinya dengan berbagai kegiatan sebagai bentuk publikasi kepada publik bahwa kegiatan belajar yang sudah dilakukan ada bekasnya. Seperti yang dilakukan oleh siswa kelas 2 dalam mempelajari tema Makanan. Tema yang berbasis materi sains ini siswa melakukan tutup tema dengan kegiatan pengenalan beberapa macam energi dalam mengolah makanan. Energi listrik, panas, cahaya dan bunyi. Melalui aktivitas membuat terompet. masak popcorn, menggoreng kerupuk, membuat roti panggang, membuat lilin dari minyak jelantah, membuat api dengan kaca pembesar.
     
    Tak ketingggalan siswa kelas 5. Tema cita-cita ditutup dengan menghadirkan salah satu profesi yang sedang hits di masa kini yaitu "Chef". Bekerjasama dengan salah satu wali, bu @pandanpanoet melakukan demo masak makanan yang mudah dibuat dan menarik untuk anak - anak yaitu pizza nasi.
    Kegiatan ini memberi pengalaman anak mulai dari menyiapkan alat masak dan bahan-bahannya lalu melalui proses memasak dan terahir menikmati hasil masakan. Diakhir kegiatan,mereka membuat evaluasi dikelas masing-masing tentang kegiatan yang dudah mereka lakukan. Ternyata mereka sangat senang dan menikmati. Mereka mendapat pelajaran untuk bisa menghargai makanan,karena untuk membuatnya juga membutuhkan proses yg tidak mudah. Selain itu juga menghargai beragam profesi karena sudah mempunyai porsi masing- masing di tiap lini kehidupan untuk saling memenuhi kebutuhan.
     
    Di tutup tema Rumahku , siswa kelas 1 mengadakan ekspo 'Dunia Kardus'. Hasil eksplorasi mereka mengenal berbagai benda yang ada di dalam rumah. Lalu, etika dan doa yang menjadi kebiasaan sehari-hari di rumah. Siswa memebuat replika barang dan benda di rumah dan dipamerkan dalam kegiatan tutup tema ini.
     
    Kelas 3 mengadakan even Job Expo sebagai hasil dari proses belajar materi yang dikemas dalam tema Pekerjaan. Selama belajar pekerjaan anak-anak melakukan project magang belajar dengan disupervisi oleh orang tua masing-masing. Bahkan mereka juga mendapatkan gaji sesuai ketentuan yang diberikan oleh orang tua atau tempat magang kerjanya. Hasil gaji yang didapatkan kemudian ditabung dalam wadah tabungan yang terbuat dari toples bekas yang dihias kolase dari biji-bijian. Job Expo menghadirkan bintang tamu dengaqn berbagai profesi. Ada pedagang bakpao, pelukis dan crosser. Yang menarik perhatian adalah aksi crosser yang melakukan track curam naik turun tangga dengan motor trailnya.
     





    Latepost : Seminar Parenting Bersama Ustadz Harry Santosa

    Hari Sabtu 10 November 2018 bertepatan dengan hari Pahlawan, diadakan Seminar Parenting yang menghadirkan narasumber nasional. Beliau adalah Ustadz Harry Santosa yang populer dengan konsep Pendidikan Berbasis Fitrah (Fitrah Based Education/FBE). Kegiatan ini berlangsung di auditorium 2 Universitas PGRI Yogyakarta. Seluruh orang tua siswa SDIT Alam Nurul Islam diundang gratis hadir. Peserta dari luar SDIT Alam juga hadir. Acara ini diselenggarakan dengan format Zerowaste, seluruh peserta diminta membawa wadah snack dan air minumnya sendiri. Untuk meminimalisir sampah. 

    Berikut resume materinya : 
    Tempatkan Setiap Anak Kita sebagai "Leader" di Setiap Bidang Kehidupan
    Konon pada tahun 2015, para pakar dan pemikir bangsa Israel berkumpul di New York (bukan di Tel Aviv) untuk menghadiri sebuah perhelatan besar konferensi yang bertujuan membuat "grand design" arsitekur peradaban bangsa ini beberapa dekade ke depan.
    New York dipilih mengingat inilah tempat bersejarah kedua yang menjadi titik awal kebangkitan bangsa Israel sebelum negara Israel raya berdiri dengan menjajah Palestina.
    Barangkali jarang yang tahu bahwa nama pertama New York adalah New Yerusalem atau New Amsterdam. Ini kota kedua sebagai pusat kebangkitan Israel setelah berpindah dari Amsterdam yang dulu juga bernama New Yerusalem.
    Konferensi bangsa Israel ini melahirkan berbagai keputusan penting dan protokoler bangsa Yahudi setebal beberapa ribu halaman. Namun intinya adalah bangsa Israel membuat misi peradaban bahwa harus ada seorang putera bangsa Israel yang menjadi pakar sekaligus pemimpin yang menjadi rujukan dunia pada setiap bidang dalam kehidupan.
    Yang menarik adalah bahwa konferensi ini ditutup dengan pidato seorang sepuh bangsa Israel, yang di akhir pidatonya mengutip sebuah quote dari filsuf Israel yang hidup di abad 1 Masehi bernama Hilar, yaitu
    If I am not for me, who will be me 
    If i am for me, who am i 
    If not now, when?

    (Jika saya bukan untuk saya, siapa yang akan menjadi saya
    Jika saya untuk saya, lalu siapa saya
    Jika tidak sekarang, lalu kapan?)

    Quote ini sederhana, namun menggambarkan keinginan dan keseriusan besar bangsa mereka untuk leading pada setiap bidang kehidupan dengan mendorong tiap orang Israel untuk menemukan takdir peran peradaban dirinya untuk menguasai dunia.
    Keseriusan ini bahkan tergambar dalam bidang kehidupan yang paling sederhana sekalipun, sebagai contoh, pemeran film Wonder Woman, adalah seorang perempuan pelatif Kraf Maga (beladiri khas Israel) pada tentara Israel.
    Bayangkan, dalam bidang beladiri saja mereka ingin leading dan ingin menjadi teladan. Kraf Maga ini banyak digunakan sebagai andalan para petarung MMA (Mix Martial Art) di ajang dunia tarung bebas.
    Tulisan ini bukan bermaksud SARA atau anti semit atau membenci ras bangsa Israel, namun kita dapat belajar betapa seriusnya mereka untuk fokus pada potensi kekuatan mereka sendiri dengan mendorong bangsanya agar setiap dari mereka menemukan peran peradaban dan leading pada setiap bidang kehidupan tersebut sehingga menjadi rujukan dunia.
    Refleksi
    Kita bisa berefleski kepada peradaban Islam sendiri, bagaimana peradaban kita hari ini? Apa yang bangsa Israel lakukan di atas sesungguhnya sedang membangun arsitektur peradabannya.
    Mereka meniru konsep alQuran bahwa setiap muslim harus memiliki daurul hadhoriyah (peran peradaban) dan menjadi teladan pada bidangnya masing masing sekecil apapun.
    Peran peradaban personal seorang muslim adalah bashiro wa nadziro yaitu banyak memberi kabar gembira (solution maker) dan peringatan (problem solving) lalu harus rahmatan lil alamin yaitu menebar manfaat besar bagi manusia.
    Kemudian, secara kolektif, peran peran personal ini akan membawa Ummat kepada peran komunal yaitu khoiru ummah (the best model community) dan ummatan wasathon (the best collaborator) bagi ummat manusia.
    Untuk sampai kepada mengantarkan generasi peradaban anak anak kita kepada peran peradaban terbaiknya pada setiap bidang kehidupan agar menjadi khoiru ummah dan ummatan wasathon, sebagaimana yang Allah kehendaki itu harus diawali dengan model pendidikan peradaban yang mampu melakukan hal demikian.
    Namun sayangnya, benak kebanyakan ummat Islam tentang pendidikan adalah hanya mengantarkan generasi pada pandai akademis dan pandai agama, bukan peran peradaban. Mindset pandai akademis inilah sesungguhnya yang membuat peradaban Islam menjadi mandul peran peradaban.
    Kita banyak menemukan lembaga lembaga pendidikan Muslim maupun Orangtua Muslim yang masih berorientasi agar anaknya bagus di akademis dan atau bagus di agama, misalnya hampir seragam ingin punya anak yang lulus UN dengan nilai tinggi dan hafal banyak juz alQuran, lalu ujungnya agar bisa diterima di perguruan tinggi bergengsi dan bekerja di tempat "basah".
    Nampaknya tiada yang salah ketika berobsesi anak pandai akademis dan pandai agama lalu sekolah setinggi tingginya di kampus bergengsi dan akhirnya bekerja di perusahaan besar dengan gaji besar sehingga zakat dan infaqnya besar.
    Sesungguhnya Islam tak melarang manusia untuk kaya, berkuasa, terkenal dstnya, namun Islam melarang menjadikan dunia sebagai orientasinya walau dikemas dalam kemasan agama "agar banyak infaqnya". Itu namanya hubbuddunya dan menjadikan agama sebagai bungkus ambisi dunianya.
    Bayangkan apa jadinya, andai semua Muslim menjadikan dunia sebagai orientasinya? Mengantarkan anak anak kita yang cerdas dan hafizh itu untuk menjadi kuli kuli peradaban, bukan peran peran peradaban terbaik pada setiap bidang kehidupan? Tentu menjadi khoiru ummah hanya isapan jempol dan mimpi di siang bolong.
    Hari ini generasi muda muslim kebanyakan selesai sekolah dan kuliah, hadir di masyarakat, menjadi orang yang mati (meminjam istilah Buya Hamka), tanpa peran peradaban. Mereka melayang layamg menjajakan kepandaian akademis dan kepandaian agama untuk mencari nafkah dan menjadi kuli peradaban bangsa lain.
    Indonesia konon punya 600 Doktor Tafsir, namun tak satupun berminat bikin tafsir. Sejak Indonesia merdeka, kita hanya punya 2 tafsir kontemporer, yaitu AlAzhar (Hamka) dan alMisbah (Quraish Shihab). Kita punya banyak hafizh namun sedikit yang berminat jadi guru Quran apalagi ahli Quran dsbnya. Lembaga pengembangan SDM Muslim yang merekrut banyak pemuda pandai untuk diberi bea siswa dengan dana ummat, namun ujungnya hampir semuanya diserap perusahaan konglomerat.
    Ini terjadi karena orientasi pendidikan kita tak berorientasi peradaban dengan mengantarkan anak anak kita kepada peran peradaban terbaiknya dan menjadikan mereka sebagai rujukan dunia pada bidang itu.
    Lima tahun lalu, seorang ibu yang jadi rujukan banyak orang, menulis status di sosmed sbb
    "....alhamdulillah anak saya yang hafizh alQuran sekarang sudah tamat dari PTN,
    .......mohon doanya agar segera diterima bekerja"

    Bisa dibayangkan peradaban Islam 10-20 tahun ke depan jika mindset setiap ibu demikian.

    Nurul Islam Zerowaste

    Persoalan sampah tiada habisnya. Masalah kesehatan, keindahan, lingkungan, bumi bahkan generasi depan adalah dampak yang akan terkena akibat persoalan sampah. Edukasi yang selama ini sering dilakukan adalah membuang sampah pada tempatnya. Memilah sampah. Mengolah kembali sampah. Kunci utama kesuksesan program tersebut adalah kontinuitas. Ajeg. Dan istiqomah. Selama tidak seperti itu sulit untuk mencapai keberhasilan. Program-program motivasi dengan memberikan reward, penghargaan, sematan sangat baik dilakukan. Tapi terkadang substansinya tidak tersentuh. Hanya formalitas saja yang lebih sering ditonjolkan. 
    Nurul Islam ingin mengubah mindset ini. Inti utama mengolah sampah itu adalah Menolak Sampah. Menekan bahan-bahan yang beresiko akan menjadi sampah. Populer dengan sebutan Zerowaste. Untuk mengawali program ini. Semua civitas akademi Nurul Islam disentuh perasaannya. Bagaimana jika beraktivitas bersama sampah. Ketidakpedulian kita terhadap sampah itu bisa jadi karena kita hanya mengandalkan petugas kebersihan untuk mengurusi sampah. Padahal setiap kita adalah penghasil sampah. Cukup membuang sampah di tempat sampah. Lalu sampah dibawa ke Tempat Penampungan Akhir (TPA), kita anggap sampah sudah beres. Pernahkah kita berpikir bahwa sampah di TPA itu makin lama makin menggunung. Dan makin berbahaya bagi bumi ini ?
    Untuk menghadirkan respon peduli, tempat tampung sampah sementara dipindah posisinya. Diletakkan di pusat aktivitas penghuni sekolah. Harapannya, day by day, rasa setiap orang kan terketuk. Jika sudah terketuk, idealnya muncul benak gimana supaya untuk menolak setiap hal yang berpotensi menjadi sampah. Ini adalah program dari Kesiswaan.  
    Setelah 2 pekan beraktivitas bersama sampah. Anak-anak melihat, membaui, merasakan. Berpengalaman hidup bersama sampah. Harapannya, setiap siswa tumbuh perasaan sehingga lahirkan sikap terhadap sampah. Di hari Rabu Ekspresi 7 November 2018 Deklarasi #NurisZerowaste dilakukan. Setiap siswa mengambili satu per satu sampah untuk dipacking ke kantong plastik besar. Setelah itu, menuliskan pesan di atas sebuah banner putih. Terakhir, pemaknaan untuk meneguhkan gaya hidup Zerowaste. Kemudian dilanjutkan dengan membuat karya tulis terkait dengan pengalaman dengan sampah. 
    Tidak berhenti di deklarasi. Aplikasi #NurisZerowaste mulai dilakukan. Program perdana yang akan diterapkan adalah kegiatan Marketday. Setiap jum'at, pembeli yang membawa wadah sendiri akan dikenakan tarif produk lebih murah. Setiap selesai kegiatan, sampah yang dihasilkan akan ditimbang untuk dipantau perkembangan apakah semakin terkurangi ataukah malah bertambah. Ayo kita ubah gaya hidup kita dengan #NurisZerowaste
     Setelah disosialisasikan pekan lalu, saatnya kini diterapkan. Program perdana yang dikenakan adalah #NurisMarketday. Tampak para pembeli antusias membawa wadah minum dan snack sendiri supaya menekan terjadinya sampah dari bungkus produk. Penjual sudah terapkan tarif ganda. Untuk yang pake bungkus dijual lebih mahal dibanding yang tanpa bungkus. Sampah yang timbul berkurang cukup banyak dibanding pekan lalu. Moga ini jadi awal yang baik. Terjadi pengurangan sampah yang signifikan. Dari sebelum sosialisasi #NurisZerowaste, sampah yang dihasilkan adalah 7 kg. Begitu pekan berikutnya setelah sosialisasi turun menjadi 5 kg. Pekan berikutnya drastis jadi cuma 2 kg.

     Sukses di marketday, gerakan Nuriszerowaste dilanjut ke program lainnya. Termasuk saat seminar Parenting yag menghadirkan Pembicara Nasional Ust. Harry Santosa, acara dikemas dengan formast Zerowaste. Semua peserta membawa wadah snack dan minumnya sendiri-sendiri. Dan hasilnya, luar biasa. Sampah di akhir acara hampir zero. Kemudian, kegiatan dewan kelas, forum pertemuan rutin orang tua juga sudah mulai diformat dengan Zerowaste. Kegiatan outing juga tak ketinggalan.
     Gerakan sosial NurisZerowaste ini ditulis opininya oleh salah seorang guru SDIT Alam Nurul Islam dan berhasil ditayangkan oleh Harian Kedaulatan Rakyat, Senin, 3 Desember 2018.

    Dewan Kelas Harmoni

    SDIT, Sekolah Dasar Islam Terpadu. Terpadu antara sekolah dan rumah. Terpadu antara guru dan orang tua/wali. Terpadu kebiasaan, nilai, materi pembelajaran. Orang tua/wali yang sudah memutuskan untuk memilih SDIT Alam Nurul Islam idealnya memahami paradigma ini. Usaha yang dilakukan selanjutnya adalah, bagaimana menemukan cara yang mudah, efektif dan nyaman untuk menciptakan harmonisasi sekolah dan rumah. Saat hamonisasi sudah maujud, sudah bisa ditebak. Sinergi program hingga teknisnya bisa dinikmati. Fokus pada tujuan bukan keras pada ego masing-masing. Perbedaan terlihat sebagai variasi bukan musibah perpecahan. Apakah ini hanya manis di kata dan retorika? Nope. Tidak. Harmoni guru-orang tua itu sudah bisa terjadi.
        Berawal dari tema Sumpah Pemuda di semester 1 kelas 3 tahun 2017/2018. Untuk menutup tema pembelajaran ini, kelas 3 mengadakan proyek berupa pementasan teatrikal bertajuk "Sumpah ! Aku ini Indonesia". Kegiatan ini dilaksanakan di gedung pertunjukan Tejokusumo 2 FBS UNY tepat di tanggal 28 Oktober 2017. Persiapan dilakukan. Mulai dari pemilihan pemain, kostum, dekorasi panggung dan musik. Pentas yang melibatkan 84 anak sungguh tidaklah ringan. Peran orang tua yang terkoordinasi dalam dewan kelas hadir untuk mengusung beban bersamaan. Di perkembangan persiapan, menjadi kejutan. Ternyata para orang tua juga tidak kalah ingin menampilkan potensi seninya di gelaran Sumpah Pemuda tersebut. Jadilah orang tua dan anak tampil bersama. Sukses dan meninggalkan bekas positif semangat soliditas seluruh orang tua siswa kelas A, B dan C.  "No more A, B and C" salah satu komentar dari orang tua siswa. Lebih lengkapnya klik http://www.sekolahalamjogja.com/2017/10/siswa-orang-tua-dan-guru-bersatu-dalam.html

    Keharmonian itu berlanjut saat tutup tema pembelajaran "Kenampakan Alam" yang juga bersamaan dengan Peringatan Hari Bumi 2017 di kelas 3. Proyek yang dilakukan adalah dengan melakukan penanaman bibit pohon Cemara Udang di pantai Kwaru Bantul. Acara yang bertajuk Family Conservation Day ini diadakan dengan muatan lengkap. Rekreasi keluarga dengan sarapan pagi bersama di pantai dilanjutkan penanaman bibit pohon. Seluruh persiapan diadakan bersama antara guru dan orang tua/wali. Lebih lengkapnya klik http://www.sekolahalamjogja.com/2018/04/aksi-hari-bumi-2018-penanaman-bibit.html

    Menutup tema pembelajaran "Indahnya Kebersamaan" dan "Hemat Energi" kelas 4 mengadakan kegiatan Kemah keluarga. Sebanyak 270 peserta tercatat mengikuti kegiatan ini. Kegiatan berlangsung di bumi perkemahan Ledok Sambi, Purwobinangun Pakem Sleman. Selain acara kebersamaan dan keakraban keluarga, setiap keluarga meminimalisir menggunakan energi seirit mungkin. Selain itu meminimalisir penggunaan plastik di setiap wadah yang digunakan selama acara. Klik lebih lanjut di https://www.facebook.com/SekolahAlamJogja/posts/2015036868552661
    dan klik di hastag #NurisFamilyCamp