Random Post

Awesome Mukhayyam, Amazing Ukhuwah

Seru, akrab dan ceria. Butuh banyak kata untuk menggambarkan suasana dan perasaan di penghakhiran semester Gasal 2011/2012. Kebersamaan dengan teman, saudara baru selama 5 hari membekas kuat hingga tak malu lagi untuk mengatakan . . . "Aku kangen !". Program Nuris Games dan Mukhayyam diluncurkan sengaja untuk mengikat persaudaraan siswa dan guru terutama di unit SDIT Alam dan SMPIT Alam Nurul Islam. Yang sebelumnya, meski dari letak yang hanya terhalang oleh sungai Bedog rupanya cukup dijadikan alasan ukhuwah tidak rekat.


Kontingen di ajang Nuris Games kemarin kini berubah menjadi regu Mukhayyam dengan nama yang tidak diubah untuk lebih kuat menjadi identitas kelompok mereka. Mukhayyam dibuka oleh Ust. Dwi Sabdo, kepala sekolah SMPIT Alam Nurul Islam. Di amanatnya beliau memberikan pesan bahwa Mukhayyam juga hakekatnya belajar. Belajar di kehidupan nyata. Anak-anak akan lebih terasa untuk menghargai makanan. Karena mereka harus masak makanannya sendiri selama Mukhayyam. Menghargai betapa pentingnya sesederhana apapun rumah tinggalnya, karena selama Mukhayyam mereka tidur beralaskan tikar dan beratapkan tenda. Menghargai berbagi, karena semua aktivitas mengharuskan semua anggota kelompok harus kerjasama.


Begitu tenda berdiri, masakan tersaji dilanjut dengan kegiatan Ta'aruf atawa perkenalan. Semua peserta WAJIB berkenalan dengan 10 orang laki-laki dan 10 orang perempuan di luar kelompok dan kelas levelnya. Selain kenal biodata mereka juga diharuskan memberikan hadiah dan nasehat sebagai bentuk cinta dan persaudaraan.


Karena kenal adalah pintu gerbang untuk bersaudara, kerjasama, sinergi, cinta, berkorban harta bahkan jiwa. Persis seperti ukhuwah yang pernah dibangun Rasulullah dengan para shohabatnya. Kokoh bukan karena kepentingan dan minat. Tapi kuat karena aqidah yang lurus.


Acara setelah makan siang hasil masakan sendiri adalah Silaturrahiim ke masyarakat. 16 kelompok dibagi menjadi 4 penjuru wilayah dusun sekitar SDIT Alam dan SMPIT Alam Nurul Islam. Penjuru Barat daya ke dusun Gumuk, Barat Laut ke Beji dan Tinom, Timur Laut ke Pundung dan Tenggara ke Cambahan. Mereka diminta silaturrahiim ke 10 rumah. Disitu mereka memperkenalkan diri dan berkenalan dengan anggota keluarga rumah. Lalu masyarakat dimintai masukannya terkait dengan keberadaan SDIT Alam dan SMPIT Alam Nurul Islam. Terakhir, mereka minta ijin untuk membantu pekerjaan rumah. Ada diantara mereka yang menyapu halaman, mencabuti rumput, mencucikan piring. Tidak sedikit kelompok justru malah mendapatkan makan dan minum. Mm . . .mh memang benar, silaturrahiim memang mendatangkan rizki. Malam harinya ada acara pentas seni. Setiap kelompok diminta menampilkan spontanitas ekspresi seni dan daya hibur mereka dengan yang lain. Ditutup dengan pemutaran film dokumentasi kegiatan Qurban dan Nuris Games.

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=WJtrMYLKJcU?rel=0&w=640&h=480]


Jam 23.00 semua peserta sudah harus istirahat. Yang wajib jaga maksimal 2 orang setiap tenda secara bergantian. Jam 03.00 semua peserta dibangunkan untuk melakukan Qiyamullail dengan sholat tahajud berjama'ah di masjid baru. Dengan mata yang masih berat dengan ngantuk harus dilawan dengan air wudhu dan tekad yang kuat untuk menghadap Allah di sepertiga malam terakhir. Setelah Shubuh, ust. Budi memberikan tausyiah tentang pentingnya ukhuwah. Mukhayyam ini adalah media nyata praktek ukhuwah. Beliau berpesan supaya segala kebaikan dan sekecil apapun kebaikan di mukhayyam ini harus tetap berlanjut setelah sampai rumah dan kehidupan selanjutnya. Setelah dzikir Ma'tsurat dilanjut dengan acara bongkar tenda dan bersih lingkungan. Acara Mukhayyam ditutup secara resmi oleh ust. Budi dengan mengulang pesan akan pentingnya membiasakan kebaikan sekecil apapun.


Share on Google Plus

About Sekolah Alam Jogja

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: