Random Post

Panen Hiroponik dan Masak Omelet

Proses pembelajaran tidak saja melulu hanya yang dipahami, dihafalkan dan diingat. Tapi sampai pada apa yang dirasakan sehingga menjadi refleksi hidupnya. Menjadi ketrampilan dan sikap yang merupakan kelengkapan dalam menjalani kehidupan keseharian si anak. Oleh karena itu proses pembelajaran akan lengkap saat anak juga melakukan apa yang menjadi pemahamannya. Jika ia memahami bahwa sampah itu kotor dan sumber penyakit, maka ia harus bisa meletakkan sampah pada tempat yang selayaknya hingga menjadi kebiasaan serta sikap. Jika sholat itu dipahami merupakan aktivitas sangat penting, maka anak harus bisa melakukannya dengan benar hingga menjadi kebiasaan yang jika terlambat saja melakukan, tubuhnya sudah bereaksi menandakan rasa bersalah yang sangat.
 Mengajari anak bahwa menjaga lingkungan dengan melestarikan tumbuhan tidaklah cukup hanya dengan hafalan istilah reboisasi, terasering, intensifikasi dan sebagainya. Tapi mereka juga harus melakukan upaya penjagaan lingkungan tersebut. Mereka harus melakukan proses menanam tanaman. Untuk menghadirkan suasana asyik dan gembira dipilihlah kegiatan berkebun. Sekarang ini berkebun tidak harus mempunyai lahan yang luas karena di perkotaan pun sudah berkembang urban farming. Berkebun menggunakan lahan rekayasa. Sebagai contoh metode bertanam hidroponik.
   Ditambah lagi sayur menjadi jamak tidak disukai anak-anak. Begitu mereka ikut merasakan usaha menanam sayur, sedikit demi sedikit bisa ditumbuhkan rasa suka terhadap sayur. Anak-anak dilibatkan langsung menanam tanaman mulai dari bibit kecilnya. Mereka akan merasakan betapa tanaman yang masih kecil itu seperti bayi yang masih lemah, rapuh sehingga butuh kehati-hatian alam memegang dan melatakkan. 
Setiap hari mereka pantau pertumbuhan tanaman sayuran tersebut. Apakah tumbuh dengan normal ataukah ada yang kurang. Sedihnya hati ini manakala mendapati tanaman sayuran yang melayu, kering dan mati. Rasa empati tergugah dengan melihat tanaman yang menjadi tanggung jawab setiap anak tersebut. Bagi yang mendapati tanaman yang tumbuh membesar dan sehat, rasa gembira ikut memenuhi rasa hatinya. Hingga tak sabar menantikan masa panen tiba.

Panen sayuran bukan semata dipanen saja. Acara panen massal kali ini akan dilanjut dengan memasak bersama. Menu yang dipilih adalah Omelet. Setiap anak dikelompokkan menjadi beberapa regu. Mereka berbagi tugas untuk membawa perlengkapan masak dan bahannya. Setiap anak memanen tanamannya sendiri, digabung dalam dalam satu kelompok untuk dijadikan Omelet bersama.
Bagi yang awalnya tidak suka sayur, dengan memasak sendiri ini mereka jadi suka. Apalagi rame-rame. Seakan-akan baru kali itu makan Omelet. Ditambah lagi hiasan masakan setiap omelet yang dikreasi sesuai dengan selera mereka sendiri. Aktivitas masak menjadi menyenangkan. Idealnya memang kegiatan berkebun itu harus terkoneksi dengan kegiatan masak. Kita sudah secara langsung mengajarkan kepada anak tentang pentingnya ketahanan pangan.  

Share on Google Plus

About Sekolah Alam Jogja

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: