Random Post

Kemah Keluarga Nurul Islam #nurisfamilycamp

The Only Source of Knowledge is Experience

(Albert Einstein)

Terkadang retorika yang memukau, presentasi yang mengugah, motivasi yang menggugah menjadi daya tarik yang harus dihadirkan oleh seseorang yang akan membagikan pengetahuannya. Namun, siapa sih yang mampu melakukan salah satu atau semua itu. Hanya orang yang punya jam terbang tinggi saja yang diyakini mampu mewujudkannya. Tapi, ada satu hal metode pembelajaran yang efektif menghadirkan lebih dalam dan kaya makna. Yaitu belajar dengan mengalami langsung.

Begitu juga dengan ilmu menjadi orang tua, atau parenting. Berbagai teori hingga praktisnya sudah banyak terpaparkan di berbagai seminar dan workshop. Berbagai buku panduan diterbitkan dan dicetak oleh para penulis ahli parenting yang hebat. Konseling dan konsultasi dijadwalkan untuk lebih intens memberikan arahan dan panduan terkait dengan pendampingan perkembangan anak. Memang, menjadi orang tua itu tidak ada sekolahnya. Setiap pasangan membentuk keluarga hanya sedikit saja hingga menyertakan pertimbangan bagaimana kelak membangun visi misi pendidikan anak-anaknya. Terkadang bahkan sering, dalam mendidik anak murni metode trial and error yang digunakan. Mengilmui tentang ilmunya orang tua pun lebih mengena apabila langsung dilakukan.

Metode belajar sambil mengalami ilmu parenting itu bisa dilakukan dengan kegiatan Family Camping. Seperti yang dilakukan oleh SDIT Alam Nurul Islam pada hari Sabtu-Ahad, 10-11 Februari 2018 bertempat di lapangan Youth Center Yogyakarta. Para peserta merupakan para keluarga calon siswa dan orang tua baru SDIT Alam Nurul Islam. 
Kegiatan Family Camping bertujuan sebagai media sosialisasi bagaimana konsep pembelajaran di SDIT Alam Nurul Islam berlangsung. Harapannya, dengan metode mengalami langsung, para calon orang tua lebih dalam memahami dengan penuh makna. Bahwa dalam proses pembelajarannya di SDIT Alam Nurul Islam, siswa belajar langsung mengalami dan merasakan. Siswa dihadapkan dengan proyek yang memungkinkan dijumpai masalah yang memotivasi untuk mendapatkan solusi pemecahannya. Mulai mendirikan tenda, memasak, menghangatkan diri, antri mandi, kebersihan, mengelola sampah dan seterusnya. Keikutsertaan orang tua dalam setiap proses pembelajaran merupakan hal yang wajib. Karena hakikat amanah pendidikan anak itu adalah orang tuanya. Sekolah merupakan mitra kerjasama untuk mendukung proses pendidikan anak. 

Begitu juga kerjasama antar orang tua juga wajib adanya. Ada sebuah semboyan dari Afrika "Butuh satu kampung untuk membesarkan seorang anak, agar dia tumbuh menjadi anak yang baik". Keberhasilan proses pendidikan anak-anak sangatlah butuh komunitas. Ki Hadjar Dewantara juga membuat teori tripusat pendidikan : sekolah, keluarga dan masyarakat. Setiap orang tua harus mempunyai kesadaran kuat tentang hal tersebut. Sehingga nantinya tidak lagi dijumpai para orang tua yang karena alasan sudah membayar dengan tarif tertentu kepada sekolah, urusan tentang pendidikan diserahkan seutuhnya kepada sekolah. Atau, tidak ada lagi para orang tua yang kerjaannya hanya menuntut guru dan sekolah untuk ini dan itu dengan alasan sudah membayar mahal untuk pendidikan anaknya.

Semoga dengan family camping ini menjadi metode yang menarik dan efektif kaya makna bagi setiap orang tua dan keluarga dalam memilih sekolah sebagai mitra yang dipercaya untuk mengembangkan potensi putra-putrinya menuju perkembangan dewasanya.
     

Share on Google Plus

About Sekolah Alam Jogja

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: