Family Gathering SDIT Alam Nurul Islam

» » » » » » » Family Gathering SDIT Alam Nurul Islam

Alhamdulillah, quota siswa kelas 1 dengan 3 kelas pararel tahun ini bisa terpenuhi hanya dengan waktu 1 bulan. Dari mayoritas pendaftar, ternyata mereka mendapatkan informasi SDIT Alam itu melalui orang tua wali SDIT Alam Nurul Islam. MLM, mulut lewat mulut. Kesimpulannya, pemasaran lewat mulut lebih efektif ketimbang menggunakan media lain yang barangkali malah membutuhkan dana yang tidak sedikit. Lha, sebagai rasa terima kasih, SDIT Alam menyelenggarakan even Family Gathering. Yaitu outbound keluarga wali siswa dan guru, kemarin Selasa, 20 Mei 2008. Sekaligus nebeng peringatan 100 tahun kebangkitan Indonesia. Acara dari pagi hingga siang itu penuh dengan permainan outbound. Dari yang fun games hingga yang high impact.


Pertama, yang harus dilakukan peserta adalah harus meyusun batang korek api untuk dijadikan sarang burung. Sekaligus bagi yang sudah selesai menjodohkan potongan peta perjalanan outbound. Setiap keluarga diuji kesabaran dan kekompakannya. Ada yang cepet, ada yang lambat. Ada yang sabar ada yang keburu.



Setelah tersusun peta, kemudian setiap kelompok mulai melakukan perjalanan menuju pos I. Yaitu melewati jembatan sinergi. Di sini dibutuhkan keseimbangan yang ekstra. Karena jembatan yang terbuat dari bambu diletakkan di atas sungai yang mengalir.



Karena jembatannya cuma satu, ya terpaksa yang datang akhir harus antri. Antri di pinggir sungai jadilah antrian yang sangat panjang. Saling memberi semangat anggota keluarga yang sedang melewati jembatan sinergi.



Setelah melewati jembatan sinergi. Setiap keluarga diharuskan merakit dengan menggunakan rakit yang terbuat dari bambu dan jerigen (karena BBM mau naik dan gak boleh beli bensin pake jerigen jadi untuk rakit deh, he . . he . .) Yang gak bisa renang gak usah takut. Ada pelampung yang harus dipake untuk mencegah berenang gaya batu dan dada (da . . daaaaa, blep . . blep).



Setelah merakit di sungai Bedog yang saat ini kebetulan baru gak banjir. Kemudian, diteruskan dengan permainan jembatan udara. Setiap keluarga bekerjasama untuk menyusun jerigen dan papan sedang salah satu keluarga harus melewati papan tersebut.



Baru setelah misi melewati jembatan udara berhasil, selanjutnya harus melewati seluruh halang rintang. Biar seru yang melewati harus ditutup matanya sedangkan anggota keluarga yang lain memandu setiap melewati halang rintang.



Untuk tantangan terakhir adalah meluncur bagaikan musang alias flying fox. Lagi-lagi karena tempat luncurnya cuma satu, ya harus antri lagi dong. Kalo siswa sih udah biasa meluncur, lha Ayah dan Ibu baru pertama kali ngrasain. Ya perlu sedikit takut, grogi, keringat dingin dll.





Seluruh kegiatan diakhiri dengan makan siang bersama. Hidangan yang disuguhkan sangat spesial. Ada gudangan, sayur tempe, ada kacang godog dan lain-lain. Karena lapar dari menempuh perjalanan game, makan siang terasa super nikmat. Apalagi dengan lesehan dan bebarengan. Sip deh.





Setelah menikmati hidangan tradisional, tibalah saatnya untuk menarik doorprize. Hadiah doorprize berasal dari usaha orang tua wali. Dari Speedy Telkom, Rumah Makan Banjarsari dll.





Semoga dengan Family Gathering ini ukhuwah keluarga siswa dan ustadz-ustadzah semakin erat. Untuk kemudian bersama mengawal visi-misi SDIT Alam Nurul Islam untuk menghadirkan sosok muslim yang sadar kehadirannya di dunia ini sebagai abdulloh dan khalifatullah fil ardh. Tentu berkarya di berbagai bidang kehidupan. Amin.

Share

You may also like

Tidak ada komentar