THB SDIT Alam, BEDA !

» » » » » » THB SDIT Alam, BEDA !

Bulan Juni ini adalah saat Sekolah Dasar melangsungkan Tes Hasil Belajar, atau banyak orang menyebutnya dengan THB. Tak terkecuali SDIT Alam Nurul Islam. Cuma, SDIT Alam gak mau terkecoh dengan bentuk evaluasi pembelajaran yang selama ini berjalan. Padahal sudah diberlakukan KTSP. Yang maknanya salah satunnya adalah : evaluasi pembelajaran siswa tidak melulu hanya kognitif saja. Bahkan, dalam pembelajaran siswa dilihat juga seberapa dalam pemahamannya, seberapa sensitif perasaannya, seberapa ringan menjadi tindakannya, hingga seberapa kokoh menjadi karakternya.


Maka, dengan bersyukur kepada Alloh. SDIT Alam mulai semester ini tlah berhasil melahirkan bentuk THB yang berbeda 180 derajat dari THB sebelumnya. Apanya yang membuatnya beda?



Kalo dulu THB meski cukup sepekan tapi satu harinya anak-anak harus mengerjakan 4 soal THB. Dua untuk Diknas, dan dua untuk soal SDIT. Itupun semuanya kognitif. Gimana gak puyeng anak-anak. Nha sekarang, dari segi waktu diperpanjang. Dari bentuk soalnya pun dirombak besar-besaran. Sekarang, satu pekan THB Pengembangan Diri, trus satu pekan THB Muatan Lokal dan mata pelajaran ciri khas SDIT Alam yang terakhir satu pekan untuk THB Mata Pelajaran Diknas. THB Pengembangan Diri memuat mata pelajaran yang terkait dengan pengembangan kepribadian siswa. Ada Outbound, Beternak, Menulis, Renang, Market Day, Kebahasaaan (Inggris+Arab). Sedangkan pekan kedua, bentuk THB disesuaikan dengan kebutuhan penilaian mata pelajaran. Seperti PAI ada tes tertulis dan praktek, Sains : tertulis dan eksperimen, Matematika : pemahaman, penalaran dan penerapan, dan seterusnya. Pekan terakhir, ketiga, THB Diknas seperti sekolah-sekolah lainnya. Tertulis dan kognitif saja.


Yach, meski pelaksanaan perdana THB Baru kali ini meski cukup membuat payah panitia, tapi seluruh ustadz dan ustadzah semangat untuk bersama melahirkan bentuk evaluasi yang ideal. Yang bisa memotret perkembangan hasil pembelajaran siswa dari berbagai sisi. Tidak semata yang ‘mampir’ di otaknya saja.



Untuk Sains, ada yang eksperimen tentang gerak. Mencatat waktu yang dibutuhkan bola tenis menggelinding dari papan miring dengan ketinggian yang berbeda. Dan, disimpulkan. Bagi yang sudah terampil, langsung on. Tapi yang belum, yach pelan-pelan asal kesampaian.



Lihat, betapa antusiasnya siswa mengikuti THB. Untuk Jawa, ada yang diminta untuk melagukan tembang Pocung dan Gambuh. Trus, menebak nama wayang melalui gambar. Karena harus satu-satu, maka banyak siswa yang ngantri. “Seperti pendaftaran Indonesian Idol ya Ust.” kata Brian, salah seorang murid kelas 3. “Bukan Indonesian Idol Ust, tapi JAWAan Idol” tambahnya lagi.


Share

You may also like

2 komentar

yuliawanto mengatakan...

bagus,
salut utk ustadz/dzah nya, tentu saja itu menambah pekerjaan.
semoga sesuatu yg berbeda ini menjadi amal sholih, krn mudah2an akan diconto oleh yg lain.

Rania mengatakan...

Salut buat SDIT Nurul Islam!

Terima kasih kepada para Ustadz dan Ustadzah yg telah berlelah-lelah utk selalu mengembangkan pendidikan yg lebih baik dan ideal bagi anak2 kita.

Semoga menjadi amal sholeh dan SDIT Alam NI bisa maju terus menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.