Random Post

Game Tema Lingkungan






Untuk mengakhiri pembelajaran bertema Lingkungan, kelas 3 menyelenggarakan game mencari harta karun. Sebuah game besar yang bertujuan untuk mengasah tidak sekedar memahami materi, seperti denah-peta untuk pelajaran IPSnya,hitung uang untuk Matematikanya, klasifikasi makhluk hidup untuk IPAnya, Norma dan Aturan untuk PKn-nya. Seluruh anak kelas 3, A, B dan C dibagi menjadi 6 kelompok. Selain menambah ukhuwah dengan siswa kelas lain, tiap kelompok ditantang kekompakan timnya.





Setiap kelompok ditugasi untuk memilih pemimpinnya. Membuat yel-yel sebagai identitas dan penyemangat kelompok. Di awal, ustadz Siswa dan ustadz Udin menerangkan aturan mainnya. Setiap kelompok diharuskan mematuhi setiap petunjuk yang mereka temukan. Berupa tempelan kertas. Jika di sebuah pos mereka menemukan harta karun, hanya satu jenis saja yang boleh diambil tiap kelompok. Kelompok yang menang adalah yang mampu selesai menjalani misi pertam kali. Ada dua jenis pos. Pos tanpa penjaga dan pos hanya petunjuk saja. Semua ada penugasan untuk tiap kelompok. Bagi juara pertama mendapat hadiah uang tunai 100 ribu dan satu paket snack. Juara kedua mendapat uang 75 ribu dan paket snack dan ketiga, mendapat 50 ribu dan paket snack. Melailah mereka semua berangkat . . .





Coba kita lihat bagaimana mereka menemukan petunjuk. Eh, ternyata ada kelompok yang sudah mendapat harta karun mereka. Lihat betapa bahagianya mereka. Wah, tak sabar untuk memburu harta karun lainnya.










Lha, lihat betapa semangatnya mereka. Dengan berbagai cara untuk mendapatkan harta karun buruannya. Eh, ternyata ada yang gak disiplin. Tidak patuh petunjuk. Malah asyik memburu harta karun saja. Lupa bahwa misi mereka bukanlah mendapatkan harta karun sebanyak-banyaknya. Tapi, menyusuri tiap pos sehingga selesai dengan cepat mengerjakan semua misi.





Setelah finish, tiap kelompok boleh manikmati harta karunnya. Sebelum pengumuman siapa pemenangnya, ustadz Tasar mengingatkan tindakan tiap kelompok selama pelaksanaan tugas. Apakah benar banyaknya harta karun adalah kelompok yang menang . . . .





Ustadz Siswo menegaskan kembali, bahwa kelompok yang meski banyak harta sudah dipastikan mereka terlalu asyik mencari harta. Sehingga selesainya lama. Mereka tidak taat perintah untuk mengikuti petunjuk. Tapi tergiur untuk menumpuk harta. Sehingga kelompok yang selesai duluanlah yang menang. Mereka dengan sabar meniti tiap pos tanpa tergiur adanya harta karun.
Share on Google Plus

About Sekolah Alam Jogja

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar:

abit mengatakan...

bagus...banget kegiatannya. sering-sering aja membuat kegiatan seperti itu di tingkat SD agar masyarakat Indonesia kian kreatif...jangan lupa selalu berdoa agar bocah Indonesia kreatif dan religius...Amin