Qurban : Lebih Dekat

» » Qurban : Lebih Dekat

Kita Dekat Sama Alloh SWT



allah

Inna a’thoina kal kautsar. Fasholli lirobbika wanhar. Innasyaani akahuwal abtar”. “Sungguh, Kami (Alloh) telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka bersholat karena Tuhanmu dan berqurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Alloh).Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Alloh).


Taat itu memang indah kan. Coba bayangkan bagaimana dahulu qurban nabi Ibrahim sama nabi Ismail dan juga dilakukan nabi Muhammad itu masih saja dilakukan hingga sekarang. Semua muslim di dunia. Tanpa melihat warna kulit, rambut, bahasa, bangsa. Karena hanya ada satu, KETAATAN. Taat yang akan mendekatkan diri kita kepada Alloh.


Kakak Kelas Dekat Sama Adik Kelas



senior-junior01

senior-junior02


Biasanya di sekolah tu ada senior atau kakak kelas dan junior, adik kelas. Biasanya juga yang junior tu harus taat, tunduk sama senior. Makanya ada perploncoan. Adik kelas dikerjain sewaktu masuk sekolah pertama kali. Alhamdulillah, di SDIT Alam gak sampai ada seperti itu. Yang ada, senior justru harus ngemong sama juniornya. Sebaliknya junior menghormati seniornya. Eh, tapi mereka tidak sebut senior-junior ding . . . Sudah tentu, qurban akan semakin mengeratkan kedekatan antara kakak kelas dan adik kelas.


Siswa Dekat Sama Kambing


anak-kambing


anak-kambing02


anak-kambing03


Terlalu sering siswa belajar dengan benda yang tidak nyata. Melihat gambar meski full color dengan menyentuh langsung bendanya sangatlah beda. Jauh lagi. Apalagi bagi siswa yang tinggalnya di kompleks perumahan. Di perkotaan. Untuk ketemu kambing langsung sampai nyentuh saja jarang. Qurban membuka kelas khusus. Kelas untuk mengenal perilaku, makanan, anatomi, kerangka, harga kulit, cara menguliti, mengiris daging, bau khas, kotoran KAMBING.


Siswa Dekat Sama Ustadz-Ustadzah



guru-siswa01

guru-siswa02


guru-siswa03


guru-siswa


Saat di kelas tentu ustadz ya ngajar, sedangkan siswa diajar. Meski bisa dekat tapi masih aja ada beda peran. Lihat saja, dari seragamnya, dari ruangannya, dari alat tulisnya, dari snacknya. Beda deh. Lha, pas qurban ini, semua beda tadi tiba-tiba gak ada. Coba aja, sama-sama nguliti kambing. Sama-sama ngiris daging. Sama-sama cuci jerohan. Sama-sama bagi daging qurban. Sambil ngobrol, bergurau hingga tak sadar kalo masing-masing itu adalah siswa dan ustadz.


Ustadz-Ustadzah Dekat Sama Orang Tua Wali



ortu-guru

Sama-sama sebagai orang tua siswa. Orang tua kalo di rumah. Pas di sekolah, orang tuanya ya ustadz. Sangat tentu ada kesulitan untuk menjadi dekat. Memang sih ada beberapa orang tua yang aktif. Sewaktu jemput siswa langsung ngobrol sama ustadz ato ustdzah. Tapi gak enak juga kan lama-lama. Atau ada yang nyempatin nelpon or SMS. Belum juga merasa dekat. Alhamdulillah, qurban membuka peluang. Orang tua dan ustadz sambil sibuk menggarap kambing, sangat nyantai untuk berkomunikasi. Ngobrol, curhat, usul bahkan pujian (alhamdulillah . . .)


SDIT Alam Dekat Sama Masyarakat



sdit-masy01

sdit-masy02


sdit-masy03


Biasanya nih kalo pas musim hari raya Idul Fitri sama Idul Adha tu berita di TV pasti sama. Menyedihkan. Banyak warga yang antri berdesak-desakan hingga saling injak untuk mendapat zakat atau daging qurban. Sungguh memprihatinkan. Supaya kejadian serupa tidak terjadi. Sekaligus silaturrahmi dijunjung tinggi. Siswa dan ustadz-ustadzah membagikan langsung ke rumah-rumah warga sekitar. Kita kan bisa lebih tahu kondisi warga yang akan dibagi daging qurban. Nggak usah heran ada daftar nama warga sewaktu dicari, rumahnya tu ternyata dua lantai. Kaya deh. Wah harus dibatalkan nih. Diganti dengan warga lain. Yang lebih membutuhkan.

Share

You may also like

Tidak ada komentar