Ekspresi Budaya Cinta Al Qur’an

» » » » Ekspresi Budaya Cinta Al Qur’an

Salah satu kegiatan Ramadhan di SDIT Alam kali ini adalah Ekspresi Budaya Cinta Al Qur’an. Yaitu berupa unjuk seni hasil dari inspirasi maupun eksplorasi dari Al-Qur’an. Setiap kelas diminta untuk menampilkan hasil cintanya kepada Qur’an melalui ekspresi budaya. Ada yang berupa drama, puisi, nasyid dan penampilan humoris. Untuk tempat penampilan sengaja sudah disediakan di GOR SDIT Alam. Lapangan indoor yang sudah diubah menjadi tempat pertunjukkan sekaligus sebagai tempat sholat berjama’ah.





Waktu pertunjukkan dijadwalkan setiap hari mulai jam 11.00 hingga waktu sholat Dhuhur tiba. Tentunya para siswa sudah dalam kondisi wudlu untuk kemudian setelah menikmati pertunjukkan langsung melaksanakan sholat Dhuhur berjama’ah. Jadwal pertunjukkan dimulai dari hari Senin 8 September hingga 16 September 2008. Dimulai dari kelas 6 hingga jadwal terakhir kelas 1.



Setiap anak diberi kartu apresiasi, gunanya untuk menilai setiap pertunjukkan yang ada. Setiap anak bebas menulis ungkapan apresiasinya pada kartu berwarna oranye. Ada yang singkat seperti “lumayan, bagus, jelek sedikit” ataupun yang detail seperti “sudah bareng tapi suaranya kok tidak sama, bisa lebih dtingkatkan lagi”. Penampilan yang paling ditunggu adalah ekspresi kelas 3. Kelas 3 A, B dan C semua menampilkan drama. 3 A drama berjudul Thoriq bin Ziad, sebuah cerita panglima Islam yang menyemangati anak buahnya sewaktu melawan pasukan Romawi dengan membakar kapalnya agar tidak gentar melawan musuhnya. 3 B menggelar drama teatrikal berjudul Satu Malam dengan Ramadhan, sebuah kisah kontras 2 keluarga dalam menjalani Ramadhan, satu keluraga yang kaya berfoya-foya dengan satu keluarga miskin penuh keprihatinan. Sedangkan 3 C menampilkan operet berjudul Ashabul Kahfi, kisah qur’an bercerita tentang 7 pemuda yang ditidurkan Allah selama 309 tahun di dalam gua sewaktu mempertahankan keimanan mereka.





Pengalaman ini membekas di diri setiap anak. Bagaimana mengungkapkan perasaan mereka, keberanian untuk menunjukkan perasaan itu kepada orang lain. Di depan umum, dinilai lagi. Pengalaman menilai dan memilih pertunjukkan yang menarik. Pengalaman mendapatkan pesan, inspirasi bahkan motivasi dari apa yang baru saja ditontonnya. Untuk membangun kemampuan anak dalam mengemas bagaimana bentuk ungkapan efektif yang bisa diterima orang lain sesuai maksud yang dikehendaki.

Share

You may also like

1 komentar

sekolahalamarridho mengatakan...

subhanallah, sdit alam yk...
lama ga bersua, sekalinya mampir, disuguhi hikmah dan isnpirasi yg luar biasa.
pasti seneng ya pak murid2nya, dgn model belajar kaya gini,
btw, GOR-nya keren juga yaa....hehe

barokallahu selalu untuk temen2 di sdit alam yk!