MABIT 2008

» » » » » MABIT 2008

Rangkaian program Ramadhan 1429 di SDIT Alam kali ini ditutup dengan kegiatan Buka Bersama dan MABIT, yang popular dengan sebutan program malam bina iman dan taqwa. Tema Karyaku Taqwaku yang dipilih tahun ini membuat segala pembelajaran fokus pada hasil karya. Termasuk saat acara buka bersama orang tua/wali siswa. Pameran karya siswa digelar disepanjang jalur masuk tamu menuju GOR SDIT Alam. Karya yang dibuat baik secara tim maupun personal. Hari Kamisnya panitia Ramadhan memang sengaja menyediakan waktu khusus kepada setiap kelas untuk berkreasi menghasilkan karya. Karya yang wajib berupa kaligrafi massal. Maksudnya ? Pembuatannya dilakukan secara massal setiap kelas. Sangat tentu, kekompakan tim akan sangat menentukan hasil karya kaligrafi.



Selain karya wajib, diharuskan membuat karya lain yang bebas sesuai dengan ekspresi yang ingin diungkapkan. Ada yang membuat kartun Ramadhan Naruto, seluruh karakter dalam film Naruto dilengkapi dengan asesoris muslim. Naruto pake peci, Sasuke pake jilbab (wah jadi nggak dilarang dong kalo gini). Membuat kolase biji dan batu gambar kapal. Bedug, manik-manik, miniatur masjid. Yang banyak diminati adalah karya fotografi bertema ‘membaca ayat kauniyah’. Dengan kamera Nikon D40-nya ustadz, meski belum mahir, hasilnya lumayan kayak fotografer yah baru amatir menuju professional gitu.



Mabit diawali dengan acara ganda. Orang tua/wali buka bersama di GOR, sedangkan siswa kelas 4 hingga 6 mengadakan bakti sosial dengan mengantar paket sembako ke masyarakat sekitar SDIT Alam.















Kelas 1 sampai 3 menyaksikan tausyiah berupa fragmen drama 2 kehidupan. Kehidupan seorang sholih dan seorang yang senang berbuat maksiat. Karena sholih dia mendapatkan akhir hidup yang baik. Sedangkan sosok yang suka maksiat sebaliknya, pengakhiran yang buruk.



Kedua sosok orang yang berbeda perilaku sewaktu di dunia tentu mengalami perlakuan berbeda pula sewaktu di alam kubur. Yang sholih didatangi oleh malaikat yang wajahnya super tampan, super ramah, dan super menyenangkan.



Sedangkan si maksiat didatangi oleh malaikat dengan rupa yang menyeramkan, hitam, super kejam, super menakutkan dan super menyiksa.



Siswa-siswa antusias menyimak hingga tidak tahan untuk duduk. Berdiri mendekat mengamati, ikut merasakan setiap sosok dengan perlakuan yang berbeda itu. Menjelang buka, dibagikanlah cocktail agar-agar merah. Air ludah sudah terpancing keluar melihat merahnya cocktail.



Eh, kita lihat dulu yuk, sebelumnya ustadzah-ustadzah dengan penuh heroik membuat si merah dingin



Begitu sirine tanda buka puasa berbunyi, bersegera semua anak menyeruput si merah dingin itu. Allohumma laka sumtu wa bika aamantu . . . .


Setelah sholat isya’ berjama’ah tidak langsung diteruskan dengan sholat Taraweh. Karena sholat taraweh akan dilaksanakan di jam 02.30 dini hari menjelang sahur. Acara intinya adalah nonton bareng film ‘Denias, Senandung di Atas Awan’. Diangkat dari kisah nyata seorang anak Papua yang bermotivasi kuat untuk belajar hingga tingkat yang tinggi berkat motivasi guru dan orang-orang seperti maleo seorang tentara yang ditugaskan di satuan Maleo. Bahkan ibunya sendiri yang meninggal akibat terbakar di dalam rumah. Dengan motivasi yang kuat itu saat ini Denias menunjukkan kemampuannya belajar di Darwin Australia. Acara nonton bareng ditutup dengan pembagian hadiah lomba karya siswa. Terus langsung menuju ke peraduannya masing-masing. Tidur sore agar bangun tidak terlambat. Apalagi mau sholat taraweh dini hari.



Benarlah kata Allah, jik awaktu sepertiga malam terakhir adalah saat yang paling bagus untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Sepi, hening, meski agak ngantuk dikit, rasanya beda deh dengan waktu-waktu lainnya.





Selesai sholat, antri satu per satu mengambil makan sahur. Saatnya menguji kesabaran dan itsar (mementingkan saudaranya) akan terlihat. Tapi syukurlah tidak ada yang sampai berebut. Hingga waktu imsak dan shubuh tiba, setiap anak bertanggung jawab terhadap piring yang mereka pake. Seluruh siswa, tanpa kecuali. Dicuci dengan sabun seperti biasa yang mereka lakukan setiap harinya saat setelah makan.




Sinar mentari menyemburat, saat tepat untuk menggerakkan jasmani. Dengan udara masih sejuk seluruh siswa jalan-jalan mengelilingi kampung sekitar SDIT Alam. Sebelum ditutup acara bersih lingkungan dahulu agar sekolah tetap bersih sewaktu kita tinggalkan selama liburan lebaran. Inget selama 20 hari lho. Seluruh rangkaian acara ditutup dengan prosesi salam-salamnan dan ucapan maaf lahir bathin menjelang 10 hari menuju Idul fitri. Lengkap dan selesailah sudah program Ramadhan 1429 kali ini. Untuk kemudian dilanjutkan dengan menyempurnakannya melalui kegiatan I’tikaf 10 hari di masjid bersama ayah atau saudara atau teman-teman yang lain. Moga lailatul qadr tidak tahan lagi menahan rindunya untuk bersua dengan kita. Ya Allah, berilah kekuatan untuk mampu mendekat cepat pada-Mu hingga Kau anugrahi ketaqwaan seperti yang telah Kau janjikan. Amiin . . . .

Share

You may also like

2 komentar

Yusuf mengatakan...

Benar sekali Ustadz.....Yusuf sangat senang bisa bergabung dalam acara ini. Pertama kali Yusuf mengikuti acara spt ini. Malam sebelum cara ini berlangsung, Yusuf sampai gak bisa tidur, krn membayangkan keesokan harinya bakal bergabung dlm acara MABIT.
Penghargaan Yusuf sampaikan buat ustadz dan ustadzah serta seluruh akademia SDIT Alam Nurul Islam Yogyakarta atas dedikasinya dalam menyukseskan acara ini ! Semoga Allah memberikan limpahan rahmat dan hidayah Nya ! Aamin.

hakimaza mengatakan...

Mumpung masih bulan Syawal, dari jauh kami ucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Ja'alanallahu minal 'aidzin wal faizin
Taqobbalallahu minna wa minkum kullu 'amin wa antum bi khair.
Mohon maaf atas segala khilaf dan alpa.
Salam khusus buat ust. Irman