Random Post

Aksi Solidaritas Mentawai-Merapi

Perasaan sedih bercampur pilu gak kan mungkin ditahan lagi. Kejadian bencana yang menimpa negeri tercinta ini bertubi dan silih berganti. Banjir Wasior, Gempa-Tsunami Mentawai dan Erupsi gunung Merapi. Harta benda, saudara, orang tua, anak, habis meninggalkan tangis yang mengiris. Siapa lagi yang bisa diandalkan oleh mereka yang ditinggal. Kalau bukan kita saudara, sebangsa yang sama hidup di bumi yang sama ini.

Empati tumbuh merekah waktu kita bisa membayangkan jika kita yang berada di lokasi bencana itu. Pikiran apa yang akan berkecamuk saat rumah kita hancur. Saat orang tua kita hilang. Saat kita mengungsi dan berpisah dengan seluruh anggota keluarga. Apalagi jika mengetahui kondisi detail bencana. Gelombang Tsunami setinggi 10 meter, awan panas bersuhu 600 derajat berkecepatan 300 kilometer per jam. Pastilah kita tidak dalam kondisi senyaman di tempat duduk kita sekarang ini.

Senjata mukmin yang paling ampuh adalah do'a. Berdo'a bukan berarti lemah. Justru ia adalah 'rayuan halus' kepada Yang Maha Pengabul Permintaan. Membuka berbagai harapan kebaikan yang Allah turunkan karena ridho-Nya. Berharap bahwa musibah ini adalah ujian. Ujian yang akan meluluskan siapa saja yang akan naik derajat keimanannya. Bukannya adzab atas berbagai pelanggaran yang membuat Allah murka.

Acara dipungkasi dengan galang dana untuk dikirim ke lokasi bencana. Meski belum semua, Alhamdulillah  perolehan dana sementara adalah Rp.2.300.000. Semoga sedikit meringankan beban mereka sebagai ungkapan solidaritas kami
Share on Google Plus

About Sekolah Alam Jogja

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: