Random Post

Rafting in The Cave

Outing kelas 5 di semester Genap ini boleh dibilang pengalaman yang fantastis. Habisnya, sambil belajar tentang kenampakan alam berupa gua dilakukan sambil merakit. Susur gua sambil merakit ? Tak lain dan tak bukan itu pasti dilakukan di gua Pindul. Meski baru dibuka tahun 2011 untuk wisata namun peminatnya banyak. Gua Pindul terletak di di Dusun Gelaran II RT.1 & 2 Bejiharjo,Karangmojo Kab.Gunung Kidul Yogyakarta, nih koordinat GPSnya S7°55'50.4" E110°38'58". Gua Pindul merupakan satu dari rangkaian tujuh gua yang dialiri sungai bawah tanah di daerah Bejiharjo, masyarakat setempat  menyebut tujuh sumber mata air; Mata air sungai Modal, Semurup, Plengkung alam Kedung Buntung, Gedang Tirto, Suroh, Sungai Pindul dan Gedong (sumber). Masyarakat setempat yang mengelola menyebut wisata ini dengan Wira Wisata.


Perjalanan menuju lokasi melewati jalan Piyungan-Wonosari dengan tanjakan di daerah Pathuk. Setelah sampe kota Wonosari tim dari Wira Wisata Gua Pindul sudah menjemput kami untuk memandu menuju lokasi. Begitu sampe semua siswa dibriefing dahulu untuk mendapatkan penjelasan bagaimana yang harus dilakukan sewaktu menyusuri gua. Agar keamanan dan kenyamanan terkendali. Standar safety diberlakukan dengan penggunaan rompi pelampung berwarna oranye menyala untuk setiap peserta.

Yang dijadikan rakit adalah ban dalem truk. Satu ban untuk satu orang. Jadinya setiap peserta membawa sendiri bannya menuju pintu masuk gua Pindul yang berupa danau semacam empang kecil berwarna hijau yang di pagari oleh bebatuan karst kapur.


Satu persatu peserta mauk ke gua. Beserta pemandu yang berenang meski ada beberapa tempat yang tidak begitu dalam, namun untuk safety, setiap peserta wajib tetap di atas ban. Memasuki mulut gua sudah tampak dinding atap dan kanan-kiri yang terbentuk secara alami dari batuan kapur. Berlekuk-lekuk dan menonjol tumpul dan lancip. Karena arus tidak begitu kencang, secara perlahan setiap siswa bisa mengamati dengan baik.



Semakin ke dalam, tonjolan batuan kapur baik yang menggantung atau stalaktit maupun yang menjulang ke atas atau stalagmit membesar saja ukurannya. Bahkan di sini ada Stalaktit terbesar ke-4 di dunia. Ck . . ck . . patut bangga dong ternyata di Jogja punya potensi ilmiah dan wisata yang bisa jadi kebanggaan dunia. Di dalam juga terdapat lubang di atas atap gua.


Semua terbentuk secara alami. Terbayangkan kan berapa lama batuan kapur itu berproses membentuk ikatan yang kuat yang sangat indah membentuk gua.


Alhamdulillah, perjalanan sudah selesai. Pintu keluar gua menghantarkan akhir dari perjalanan susur gua Pindul. Subhanallah, sebuah pengalaman yang menarik. Mengagumi ciptaan Allah, semakin merasa diri ini kecil saja dan begitu banyak ilmu dan karya-Nya yang harus memancing kita untuk selalu mentafakuri sehingga makin dekat dengan-Nya.
Share on Google Plus

About Sekolah Alam Jogja

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: