Menjadi peringatan tahunan setiap tanggal 2 Mei dijadikan sebagai hari Pendidikan secara Nasional. Kebetulan di hari tersebut bersamaan dengan taggal lahirnya Ki Hajar Dewantara, tokoh perintis pendidikan di negeri tercinta ini. Bentuk peringatan pendidikan di SDIT Alam tidak dilakukan dengan upacara. Namun dikemas dalam acara yang lebih khusus tak kalah mantapnya.



Seluruh siswa dan guru berkumpul di GOR SDIT Alam. Dengan duduk lesehan sama saat belajar di kelas, semua hadirin mengikuti acara. Di depan selaku pemandu acara ada ustadz Bintara. Acara dibuka dengan bacaan Al-Fatihah, yang juga sesuai arti dan kedudukannya sebagai surah pembuka Al-Qur'an. Seluruh hadirin tertib duduk dengan nyaman. Setelah dibuka dilanjutkan dengan acara muroja'ah atawa menghafal kembali surah-surah di Juz 30. Dimulai dari surah An-Naba hingga berakhir di surah An-Naas. Pemandu muroja'ah langsung oleh ustadz Ahmad Shidiq Al Hafidz. Guru Qiroaty dan juga sekaligus hafal seluruh Qur'an.



Hampir kurang lebih 45 menit semua hadirin menghafal kembali surah-surah di juz 30. Bagi kelas kecil surah-surah awal masih segar diingatan. Bagi kelas atas yang sudah masuk di juz 29 hafalannya, agak-agak sedikit beberapa ayat yang harus dipandu. Memang nambah hafalan tuh lebih mudah daripada mengingatnya. Makanya kalau sholat terutama untuk sholat yang raka'atnya banyak, semisal tahajud. Selalu aja pake surah-surah yang panjang, supaya ingat terus. Setelah me-refresh hafalan juz 30 dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Terima Kasih Guruku bersama-sama dengan panduan Viewer di depan.


[youtube http://www.youtube.com/watch?v=tsckpzmm6m4]


Yang sudah hafal makin semangat nyanyinya. Plus makin nusuk aja sampe ke hati, betapa besar jasa para guru-guru kita sehingga kita menjadi manusia yang mampu dan bisa. Selanjutnya dalam momen hari Pendidikan ini juga ditayangkan beberapa video pendek yang berisi pesan untukpeduli dan  buang sampah pada tempatnya. [youtube http://www.youtube.com/watch?v=kilKJGHQQGo]


Masalah yang dimulai dari kebiasaan buruk namun dampaknya sungguh buruk luar biasa. Meski di hadits banyak dikaitkan antara kebersihan dan keimanan tapi tetap saja karena kebiasaan yang mendarah daging sangat cuek saja dengan sampah. Jika kita perhatikan orang-orang yang tak peduli dengan sampah sejatinya rasa egois sudah cukup kuat memenuhi hatinya hingga tega bahwa sampah yang ia biarkan atau buang sembarangan adalah bahaya baik pada diri maupun orang lain.



Acara ditutup dengan penampilan puisi untuk guru oleh kakak-kakak kelas 6 serta ustadz Yunarko. Mengingat Pendidikan seharusnya mengingat juga seberapa peran pendidikan telah membangun negeri ini. Potret akhir-akhir ini baik dari bentuk kriminalitas secara kasar maupun yang dilakukan oleh para pejabat dengan korupsinya. Bahkan di dunia pendidikan dengan momen Ujian Nasionalnya yang ditujukan sebagai alat untuk evaluasi akhir justru dinodai dengan kecurangan. Ada seorang tokoh pendidikan berpesan. Pendidikan itu ibarat mata air sungai yang terus mengalir membesar sampai ke muara. Jika kejahatan itu dilakukan bukan oleh praktisi pendidikan ibarat pencemaran di sepanjang sungai. Namun jika yang melakukan kejahatan itu adalah guru dengan kecurangan ibarat sungai sudah tercemar dan beracun sejak dari sumber. Bagaimnana rupa kehidupan di sungai hingga muaranya ?

0 komentar:

 
Sekolah Alam Nurul Islam © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top