Random Post

Hari Pendidikan Nasional 2018

Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini bertepatan dengan menjelangnya pelaksanaan Ujian Nasional untuk tingkat SD. Ujian Nasional SD akan berlangsung dari tanggal 3 hingga 5 Mei 2018. Setiap 2 Mei  menjadi momen untuk memberikan perhatian terhadap proses pendidikan yang berlangsung di negeri ini. Sudahkan pendidikan berjalan sesuai dengan rel dan bergerak sesuai dengan peta jalan yang benar ? Ataukah belum. Seharusnya momen 2 Mei bukan semata diperingati dengan upacara tanpa refleksi dan pemaknaan akan pendidikan.
Memaknai pidato Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2018 dari Presiden RI yang dibacakan oleh pembina upacara, bahwa yang penting dan utama dari hasil pendidikan itu adalah adanya Karakter. Karakter Moral dan Karakter Profesional. Keduanya saling dukung dan sinergi. Setiap anak didik harus terasah secara terpadu. Selain itu, menghadapi kehidupan ke depan yang penuh tantangan, setiap manusia membutuhkan skill Kreativitas, Kritis, Komunikasi dan Kolaborasi. Semuanya bisa diasah dengan melakukan aktivitas bukan semata menyerap informasi dan pengetahuan. Setiap anak mempunyai jiwa petualang dan ingin tahu. Memasuki dunia sekolah yang dilengkapi tata aturan dan budaya menjadi tantangan setiap anak didik. Apakah anak didik semakin terasah ataukah tereduksi jiwa pembelajarnya. Sekolah harus pandai dalam mengelola hal tersebut.
Selesai kegiatan upacara, para siswa mengikuti kegiatan Mitigasi Bencana yang diselenggarakan atas kerjasama dengan Aksi Cepat Tanggap DIY. Mitigasi bencana dilakukan dalam rangka setiap siswa mempunyai kesadaran kesiapsiagaan saat menghadapi bencana.
Ada 2 jenis bencana yang disiapkan simulasi mitigasinya. Musibah kebakaran dan musibah gempa bumi. Untuk kebakaran, anak-anak diberi pengetahuan terkait dengan berbagai potensi yang beresiko mendatangkan musibah kebakaran. Kemudian bagaimana langkah antisipai dalam pemadamannya. Beberapa peralatan diperkenalkan yang bisa digunakan sebagai alat darurat untuk pemadaman api. Prinsip pemadaman api adalah jika sumber api tersebut diputus dari bahan bakarnya. Bahan bakar api bisa dari minyak bumi ataupun oksigen. Jika api sudah diputus dari 2 hal tersebut makan dengan sendirinya api akan padam. 
Untuk simulasi mitigasi gempa bumi, anak-anak diajarkan sikap bagaimana ketika gempa bumi terjadi. Anak-anak diharuskan melindungi kepala dan berlari ke tempat yang aman. Jika di dalam ruang, mencari benda yang kuat untuk berlindung dari terpaan benda-benda yang dimungkinkan jatuh akibat gempa. Jika memungkinkan, berlari ke tempat terbuka yang sedikit dimungkinkan ada benda yang akan roboh seperti di lapangan terbuka.
Share on Google Plus

About Sekolah Alam Jogja

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: