Random Post

Dalang and The Sugar Factory

Wah judulnya kayak film. Charlie and The Chocolate Factory. Emang sengaja dibuat gitu. Sebab postingan ini akan berkisah gak jauh kok sama gula dan dalang. Begini ceritanya. Kelas 4 kan baru saja ngadain outing tuh. Tempatnya ngambil obyek di pabrik gula Madukismo Jogja. Kebayang kan gimana pabrik gula tu. Nah, yang masih gelap belum kebayang, ikuti terus kisah ini.



Di pabrik gula Madukismo, temen-temen kelas 4 disambut di aula. Di aula mereka diterangkan tentang gimana sih proses pembuatan gula dari bahan asalnya. Yak bener dari batang pohon Tebu.  Pohon-pohon Tebu yang sudah masak diangkut menuju pabrik gula. Sebelum masuk penggilingan ditimbang dahulu. Untuk mengangkut Tebu menuju mesin penggilingan ada sebuah kendaraan seperti kereta api tapi mini ukurannya. Orang menyebutnya Lori. Bagi tamu yang berkunjung diberi fasilitas naik Lori menuju pabrik.

Sepanjang perjalanan bisa dinikmati pemandangan mesin-mesin pengolah Tebu. Buesar-buesar deh ukurannya. Ya iyalah lha wong Tebu yang diolah juga banyak. Berton-ton jumlahnya.

Begitu masuk pabrik. Subhanalloh, lebih gede-gede lagi mesinnya. Banyak pipa-pipa besar bergelantungan ke sana ke mari. Bau agak kurang sedap juga memenuhi ruangan pabrik. Bau itu berasal dari limbah Tebu yang sudah diperas sari manisnya.

Ini dia gula yang udah jadi. Mmm . . . so sweeet. Manis banget deh. Lebih mantep karena kluar langsung dari mesin pengristal. Cairan perasan Tebu tadi rupanya harus dikristalkan dulu sehingga bentuknya seperti pasir. Makanya kemudian banyak orang menyebutnya gula pasir

Untuk pengemasan mash dibutuhkan tenaga manusia. Dimasukkan plastik, ditimbang dan disegel. Banyak supermarket besar di Jogja yang meminta pesanan di Madukismo. Gak krasa waktu udah siang. Begitu pada puas, perjalanan outing berlanjut ke Godean. Tujuannya untuk mendatangi rumah mbah Harjo. Seorang dalang yang sudah berpengalaman dalam dunia pewayangan. Temen-temen akan belajar tentang wayang, gamelan. Eh, mereka akan dikenalkan juga dengan mas Banar. Dalang yang juga baru menginjak kelas 4 SD.

Begitu sampe lokasi, anak-anak langsung menyerbu gamelan. Berebut ingin membunyikan. Oleh mbah Harjo langsung diterangkan satu per satu nama gamelan dan bagaimana cara membunyikannya.

Selanjutnya mereka dikenalkan dengan beberapa tokoh wayang. Siapa yang namanya Bagong, Petruk, Bima dan lain-lain. Di situ juga telah hadir mas Banar, sang dalang cilik. Temen-temen kelas 4 disuguhi unjuk kebolehan mas Banar. Semua menunjukkan wajah heran dan kagum. Ternyata bisa ya, meski kecil tapi mampu menjalankan wayang dan ceritanya.
Share on Google Plus

About Sekolah Alam Jogja

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment