Acara paling akhir menutup tahun pelajaran kali adalah perpisahan siswa kelas VI. Seperti biasa, acaranya dikemas unik. Kalo di sekolah-sekolah lain dikemas dengan penuh gebyar. Bertempat di gedung pertemuan. Mewah jika memungkinkan. Nah, di SDIT Alam lain. Bentuknya petualangan alam. Angkatan pertama menyusuri Kalikuning berakhir di rumahnya Mbah Marijan, juru kunci gunung Merapi. Angkatan kedua dan ketiga, rakit bambu di selokan Mataram. Angkatan Keempat, susur pantai Bugel sampai Glagah. Angkatan Kelima mendaki ke gunung Ijo, berakhir di candi Boko. Kali ini, petualangan yang seru mengiringi perpisahan kelas VI berlangsung di gunung Purba. Berangkat dari SDIT Alam jam 17.00. Karena harus banyak menunggu yang belum datang. Ditambah lagi ada accident kecil. Ada ustadzah yang sempat terkunci sewaktu berada di kamar mandi. Dikira udah kosong pintunya dikunci dari luar. Semua pada bingung. Alhamdulillah, ada yang mengetahui jika kalo ada orang di dalam kamar mandi.
Sebuah kebetulan jika saat itu pas terjadinya gerhana bulan parsial. Jadinya selama perjalanan menuju lokasi nampak di ufuk timur terpampang pemandangan bulan baru pada proses gerhananya.Rombongan turun di basecamp di masjid deket tower-tower transmisi TV swasta di dusun Ngoro-ngoro Pathuk. Disini istirahat, sholat Magrib dan Isya. Dilanjut dengan streching, peregangan supaya otot-otot lemes dulu. Siap untuk jalan. Rombongan dibagi dalam kelompok-kelompok pejalanan.Sebelum pendakian dimulai, ust. Hamdan memberikan pembekalan ruhiyah dahulu. Beliau menyampaikan, bahwa hidup ini ibarat kita sedang melakukan perjalanan panjang. Sukses tidaknya perjalanan tergantung bekal yang disiapkan. Setelah di SD ini, perjalanan akan diteruskan ke jenajng SMP. Pastilah akan ditemui banyak hal dan peristiwa. Peristiwa, ada yang baik dan ada yang buruk. Manakala menjumpai peristiwa baik, haruslah kita berdo'a : Allohumma Arinal Haqqa haqqa warzuqnattiba'a, Ya Allah tampakkanlah yang baik itu baik dan berilah kami kekuatan untuk mengikutinya. Manakala yang dijumpai itu peristiwa buruk berdo'a: Allohumma Arinal Bathila bathila warzuqnajtinaba, Ya Allah tampakkanlah yang buruk itu buruk dan berilah kami kekuatan untuk menjauhinya. Sedang apapbila yang kita jumpai itu bukan peristiwa baik maupun buruk kita berdo'a : Robbana maa kholaqta hadzaa bathila, Ya Rabb kami, sungguh semua ini Engkau ciptakan tidak sia-sia. Setelah pembekalan dari ust. Hamdan, dilanjutkan pembekalan teknis pendakian oleh mas Heru dari pengelola wisata gunung Purba.Perjalanan menuju pos 1 sangat menantang. Hampir banyak tanjakan. Di kanan-kiri diapit gunung yang ukurannya besar sekali. Bahkan ada jalan yang diapit dua bebatuan besar sehingga luasnya hanya pas seukuran seorang saja. Sampai pos 1, seakan sebagai obat capek dan tegang perjalanan. Saat menatap di sisi barat, betapa indahnya. Gemerlap lampu kota Jogja menghias diantara kegelapan. Disertai dengan sinar dari bulan yang mencapai purnamanya.Suasana ini mengundang hasrat untuk mengabadikan lewat media penangkap gambar. Kamera maupun HP.Begitu puas berpose dan beristirahat dengan indahnya malam bertabur cahaya. Perjalanan dilanjut. Kali ini sudah mulai memasuki wilayah penuh pepohonan. Hutan. Jalan setapak masih terus menanjak. Satu-satu, karena juga namanya jalan setapak.Berliku. Diiringi istirahat di sela-sela perjalanan, menyebabkan waktu bertambah. Untuk keselamatan, alat penerang menjadi wajib adanya. Setelah menempuh perjalanan yang panjang. Sampailah di tujuan. Puncak gunung Purba. Hampir semua bebatuan memenuhi puncak Purba. Langsung deh, rasa lega memenuhi. Merebahkan diri. Sebagian ada yang langsung tertidur. Jam menunjukkan pukul 23.15. Tapi, kata pemandu, kita tidak istirahat disini sebab angin mengalir kencang. Dingin sekali. Takut tubuh tak kuat menahan dinginnya. Untuk istirahat, harus turun di dataran bawah puncak yang kanan-kirinya dipenuhi pepohonan sebagai penahan terpaan angin.Selain makan dan selimut, jaket tebal. Api unggun dibuat untuk mendatangkan kehangatan. Sambil menikmati pemandangan kota Klaten menanti mata bener-bener siap untuk dipejamkan.Alhamdulillah, tidur semalam cukup nyenyak. Cukup untuk menyegarkan badan dari capek perjalanan. Setelah sholat Shubuh berjama'ah dan kultum pagi. Dilanjut dengan bincang pagi. Berbagi kesan dan pesan siswa dan ustadz-ustadzah selama ini belajar di SDIT Alam.Sharing tertunda oleh munculnya mentari pagi. Tak tahan diri untuk menikmati keelokan warnanya. Sekali lagi, tak habis-habisnya kagum mengiringi tafakur alam karya pencipta jagat raya ini.Hari semakin cerah menampakkan pagi yang dipenuhi suara angin dan burung-burung pagi. Saat yang pas untuk meneguhkan cita-cita dengan masih tetap mengingat kenangan kebaikan orang-orang yang selama ini mengukir jiwa dan ilmu.Untuk melanjutkan perjalanan menjemput cita-cita tinggi menjadi manusia pemakmur bumi. Peledak kebaikan di seluruh alam raya ini.
 
Sekolah Alam Nurul Islam © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top