Random Post

Rabu Apresiasi

Tahun lalu, setiap Rabu adalah hari 'berkeringat'. Mengapa berkeringat? Habisnya tiap Rabu adalah hari yang diisi dengan senam. Jika mendengar lirik lagu "Baersatu Tegakkan keadilan . . ." Nah udah pada hapal tuh kalo senam segera dimulai. Tapi tahun ini semuanya lain.  Karena khusus Rabu tidak lagi diisi dengan senam. Tapi diubah menjadi Rabu Apresiasi. Maksudnya? Sengaja selama 5 hari pembelajaran khusus disediakan waktu untuk mengapresiasi. Seperti yang dilakukan Rabu ini. Yaitu Tanam Masal Rumput Gajah Mini.

 Hajatan ini sengaja dilakukan untuk mengubah wajah lapangan SDIT Alam. Sudah banyak siswa yang memberi masukan tentang kondisi lingkungan SDIT Alam yang kini sudah bukan Sekolah Alam lagi katanya. Habisnya, pohon-pohon banyak yang ditebangi. Justru bangunan yang ditanam. Ya jadinya suasananya gak seger nan hijau lagi.

Tanam massal rumput dilaksanakan pagi bener supaya rumputnya gak kepanasan. Semua siswa dibariskan sesuai kelas. Kemudian mereka ditata hingga memenuhi lapangan. Setelah itu siswa diminta jongkok. Di area kanan-kiri dan depan menjadi area yang wajib ditanami  oleh siswa tersebut. Mereka harus menggali tiap lubang, kemudian rumput yang sudah dipotong-potong ditanam hingga ujungnya tidak sampai menyembul di permukaan.

Nah proyek penghijaun kembali SDIT Alam dimulai dari yang kecil dulu. Nanam rumput gajah mini. Moga dengan kegiatan ini, rasa kepemilikian dan tanggung jawab untuk menghijaukan lingkungan SDIT Alam makin cepat tumbuh. Segera deh, doain bersama juga pembangungan di SDIT Alam cepet selesai. Biar segera kita banyakin pohon untuk ditanam. Pinginnya sih pohon buah. Buah dengan berbagai macam jenisnya. Sembari berimajinasi sekolah di perkebunan penuh buah, layaknya surga seperti yang digambarkan Allah dalam Qur'an-Nya.
Share on Google Plus

About Sekolah Alam Jogja

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: