Random Post

Syawalan 1432 H Keluarga Besar Nurul Islam

Acara yang paling trend nan pop di pekan ini adalah pasti dan pasti yaitu Syawalan. Bener nggak? Rupanya tradisi syawalan hanya dan hanya bisa dijumpai di Indonesia thok. Sejarahnya bisa dibaca dan ditelusur terkait dengan sejarah masuknya Islam di Jawa. Sampai sekarang tradisi yang baik itu masih kuat mengakar di masyarakat. Nah, keluarga besar Nurul Islam tak ketinggalan menyelenggarakan Syawalan. Jika tahun lalu tempatnya keluar. Ke pantai Sundak, rupanya sekarang cukup sederhana dilaksanakan di GOR SDIT Alam Nurul Islam. tapi meski sederhana, tidak mengurangi tujuan syawalan. Mempererat silaturrahiim antar anggota keluarga besar Nurul Islam. Untuk memberi kesan ethnik di acara ini, sengaja hidangan disuguhkan berupa jajan pasar yang dikemas diatas tampah.

Mmm. menarik khan. Melihat warnanya saja udah mengundang banjirnya air liur. Mana tahan saat mencium baunya. Untuk pemaknaan syawalan menghadirkan da'i kondang nan penuh hikmah. Da'i yang khusus merambah ranah masyarakat pedesaan. Beliau adalah ustadz Didik Purwodarsono.

Ustadz Didik menyampaikan rahasia tetap dalam kondisi fitrah. Untuk menjaga kondisi untuk selalu dalam kondisi fitrah ada 3 langkah. Pertama, seperti yang Allah inspirasikan dalam surah Asy-Syams ayat 8 sampai 10. Bahwa sebagai manusia harus menyadari jika diberi 2 potensi. Potensi untuk baik dan buruk. Ust. Didik memetakan, tubuh manusia dibagi menjadi 2 dengan batas ulu hati. Ulu hati ke bawah merupakan komponen perangkat untuk melakukan peningkatan kuantitas, ada perut dan (maaf) sedikit di bawah perut. Sedangkan ulu hati ke atas adalah perangkat untuk menggapai kualitas. Ada hati dan akal. 'Bawahan' (uluhati ke bawah) harus tunduk pada 'Atasan' (ulu hati ke atas). Jika sebaliknya, yang akan terjadi adalah adanya tindakan yang jauh dari rasio dan pertimbangan hati nurani. Tidak takut pada ancaman dan siksaan Allah. Koruptor, pezina, perampok, selingkuh adalah kejahatan yang terjadi karena 'bawahan' lebih dominan dari 'atasan'.  Kedua, inspirasi Allah dalam surah Al Qashash ayat 77. Yang menjadi fokus dan goal setting adalah akhirat tanpa melupakan hak yang didapat di dunia. Gambarannya, seperti petani. Yang menjadi tujuan petani kan panen padi. Makanya nanamnya tanaman padi. Sedangkan selama proses pemeliharaan padi dapat bonus, yaitu rumput. Tapi jika petani itu malah habisin waktu nanam rumput, sudah pasti sampe kapan pun padi gak akan pernah dipanen. Kita harus selalu mementingkan Ganjaran tanpa lupa akan Bayaran, begitu istilah ust. Didik. Nah, ketiganya isnpirasi Allah di surah Ali 'Imran ayat 112. Manusia yang selalu terjaga fitrahnya akan selalu menjaga keseimbangan antara hubungannya dengan Allah (Habluminallah) dan hubungannya dengan antar manusia (Habluminannas). Orang yang hanya egois ibadah terus untuk Allah tanpa menjalin hubungan denhan manusia pasti akan dijauhi manusia. Sebaliknya, jika hanya berhubungan dengan manusia tanpa memperhatikan hubungan dengan Allah. Murka Allah pasti akan menimpanya.  Berhubungan dengan Allah kita harus ma'rifatullah, mengenal Allah. Allah Maha Kuasa, Janji-Nya tak pernah meleset, Pemaaf, Siksanya sangat pedih. Rumusnya, untuk berhubungan dengan Allah harus totalitas. Mengharap, husnudhon, berserah diri semuanya 100% tanpa ada keraguan sedikitpun. Tapi untuk bergaul dengan manusia kita harus ma'rifatunnas, mengenal manusia. Manusia yang berkeluh kesah, menipu, berkhianat, bisa bohong, muslihat,  . . . Sehingga bukan totalitas tapi kita harus menyediakan ruang 50:50. Fifty-fifty. Artinnya, jika kita berhubungan dengan manusia, suami, istri, orang tua, ustadz, bos . . . . selain nanti ada harapan puas, bangga, kita juga siapkan ruang untuk kecewa, rugi. Untuk berhubungan dengan manusia rumusannya di surah Ali 'Imran ayat 133. Selalu orientasi MEMBERI, jika semua manusia selalu berhubungan dengan orientasi memberi pasti konflik akan segera reda bahkan gak ada. Menahan MARAH, karena marah adalah pintu segala kejahatan. Mohon AMPUNAN kepada Allah atas segala khilaf.

Setelah pemaknaan Syawalan oleh ustadz Didik Purwodarsono, dilanjutkan salam-salaman antar peserta. Dilanjut dengan makan bareng jajan pasar serta Soto or Bakso yang sudah dibooking khusus di acara Syawalan kali ini.












Share on Google Plus

About Sekolah Alam Jogja

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

4 komentar:

nandya mengatakan...

ceramah hikmahnya bagus... sy ijin ya, tadi saya sampaikan materinya di pengajian majelis taklim ibu2 dekat rumah. trims.

doni mengatakan...

eh, maaf ada error, nama sy bukan nandya..tapi doni..

doni mengatakan...

trims untuk postingnya, sy telah menggunakan isi ceramah halalbihalalnya di acara pengajian majelis taklim ibu2 dekat rumah...

sditalam mengatakan...

Alhamdulillah, moga barokah