Hari Senin, 21 November lalu, di siang hari langit mendadak mendung. Gelap. Disusul kemudian dengan angin yang semakin lama mengencang. Makin lengkap tiba-tiba hujan deras mengguyur seluruh wilayah SDIT Alam Nurul Islam. Fenomena itu sudah dimaklumi apalagi memasuki musim hujan. Namun, angin yang bertiup makin lama mengencang. Tiba-tiba, buuuuum. Sebuah pohon Johar di sebelah selatan masjid baru tumbang. Alhamdulillah mengarah ke timur. Tanah yang menahannya tak kuasa mencengkram. Karena memang menipis akibat pembangunan masjid.

Ustadz-ustadz langsung sontak berhamburan keluar untuk mengumpulkan yang bisa diselamatkan. Alhamdulillah, tidak ada yang terluka. Karena posisi tumbang pohon tidak mengenai bangunan. Tapi, begitu mau beraksi, ternyata ada sebuah pohon lagi yang tumbang. Pohon Talok  di pinggir jalan patah. Padahal pas di bawahnya parkir sebuah mobil Honda Jazz, Alhamdulillah utuh tak lecet sedikitpun. Karena posisi patah pas di tengah batang, sehingga patahannya teronggok di atas mobil dengan posisi menghalangi jalan. Akhirnya, diputuskan pohon Talok dulu yang dibersihkan. Semua ustadz langsung berlari menuju jalan. Ada yang sempat bawah jas hujan, banyak juga yang hujan-hujanan.

Meski kelihatan kecil, tapi tidak bisa pohon langsung dipindah. Harus dipotong-potong dulu. Rupanya kejadian serupa tidak saja terjadi di SDIT Alam. Di SMPIT Nurul Islam juga ada beberapa pohon tumbang, di kampung sebelah bahkan ada sebuah pohon besar yang menimpa rumah. Semoga kejadian ini melahirkan hikmah yang bisa dijadikan pelajara yang baik. Begitu selesai bersih-bersih ada saja anak yang nyeletuk, "Kata ustadz, kalo nebang satu pohon artinya mempercepat mencairnya es kutub jadinya banyak pulau tenggelam karena permukaan laut makin naik ?". "Iya, bener nak, tadi pohon tu ditebang karena memang sudah tumbang kena musibah puting beliung. Kewajiban kita harus menggantinya. Termasuk ustadz dan dirimu juga. Karena jika air laut naik yang tenggelam kan bukan hanya yang nebang pohon saja kan?". Si anak tersenyum dan ngeloyor pergi. Ah, moga-moga saja mereka menjadi generasi yang akan menjaga bumi yang sudah menua ini. Amiin.

1 komentar:

Nabil Ghazy Hamdun mengatakan... 23 November 2011 07.09

Hiks.....kangen SDIT ANI. Kangen ustadz, ustadzah. Kangen kawan2. Semoga semua aman terus. Salam kangen dari Nabil di Inggris.

 
Sekolah Alam Nurul Islam © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top