Beternak Semut

» » » » Beternak Semut

Di awal semester ini, kelas III mengambil tema pembelajaran Makhluk Hidup. Agar pembelajaran lebih fokus lagi, diambillah tool Semut untuk memahami besarnya tema makhluk hidup. Mengapa semut ? Ada banyak pelajaran yang bisa digali dari bangsa semut. Dalam Qur’an, Allah pernah menyinggung kisahnya di surah An-Naml ayat 18 – 19. Ternyata, semut adalah binatang yang rajin, pekerja keras dan bekerja secara tim. Mereka membagi tugas berdasarkan jenis semut. Semut Ratu bertugas bertelur, semut pejantan membuahi, semut pekerja bekerja, semut penjaga selalu menjaga lubang tempat hidup koloni semut. Wah, banyak sekali pengalaman yang bisa ditiru. Kerjasamanya itu lho, ck . .ck . . kompak bener. Belum pernah ada satupun ditemukan semut yang nganggur. Mereka pun tidak saling bingung mana yang harus dilakukan. Eh, ternyata mereka juga punya aturan yang ketat. Semut penjaga akan tanpa ampun mengusir semut yang bukan dari koloninya. Tentang jumlahnya, masya Allah buanyaaak banget. Di bukuya karangan Harun Yahya, setiap 40 bayi manusia yang lahir, semut mampu menghadirkan semut baru hingga sejumlah 700.000.000. Hebat nggak. Hebatnya lagi, satu semut mampu mengangkat benda yang beratnya 10 kali berat tubuhnya.


Untuk mempelajari lebih dekat kehidupan semut, siswa kelas III C bermaksud mengadakan kegiatan beternak semut. Yang mereka lakukan adalah, pertama mereka membuat media hidup semut.



Dipilihlah botol minuman mineral yang bening supaya perilaku semut bisa diamati dengan baik. Dibutuhkan 2 botol mineral yang keduanya dihubungkan dengan sedotan bening sebagai jembatan antar botol.



Setelah terhubung dengan kuat, botol diisi dengan tanah yang dibasahi air yang sebelumnya botol dilubangi kecil-kecil sebagai tempat pertukaran oksigen.




Saatnya memburu semut. Anak-anak ternyata telah menemukan satu sarang yang rame akan semut. Rame-rame pula siswa memburu semut berikut ratunya. Supaya perkembangbiakan semut dalam botol bisa terjadi. Tapi ingat ! semut yang diambil harus satu koloni, jika tidak, mereka akan saling kelahi. Bukan pekerjaan mudah untuk mendapatkan sang ratu. Cirinya, bentuk tubuhnya lebih besar dibanding semut pekerja. Siswa pun tak menyerah, setiap lubang digali, setiap kayu dikupas.



Untuk memancing agar semut masuk, mereka menggunakan madu yang manis. Beberapa anak berhasil mendapatkan ratu, banyak yang belum berhasil. Ah, besok kita cari lagi hingga sang ratu tertangkap. Selanjutnya, tinggal mengamati aktivitas semut sambil sesekali dikasih makan berupa madu, roti ataupun permen. Ada yang tertarik beternak semut ?

Share

You may also like

2 komentar

ramakertamukti mengatakan...

Assalamu'alaikum Ustad/ah...afel udah punya blog sendiri :thufeil.wordpress.com...jzk. di add ya

World of Warcraft Guides mengatakan...

Wow, this was very interesting to read. Have you ever considered submitting articles to magazines?