Peresmian Gedung Syuhada

» » » » Peresmian Gedung Syuhada

Bertepatan dengan momen peringatan kemerdekaan, ada acara penting nih yang diselenggarakan ustadz-ustadzah. Yaitu peresmian gedung baru. Sebelum acara dimulai, ada kegiatan khusus dulu. Yaitu pijet-pijetan.

DSC_2516

DSC_2518

Jika dengan seksama kita amati selama ini. SDIT Alam tu agak unik dengan gedungnya. Lho, emangnya apa sih yang unik. Dulu waktu SDIT Alam masih ada di kompleks barat, ada gedung yang dibuat dengan bahan kayu sengon.

jam matahari

Gedungnya mirip dengan pondok kayu. Semua kayu sengon digunakan sebagai dinding dan lantai. Trus, disusul dengan gedung yang berada di utara gedung Sengon. Yaitu gedung Glugu atau pohon kelapa.

sate ayam04

Nah di gedung Glugu agak elegan dikit. Habisnya udah dua lantai sluruh glugu yang digunakan tampak halus mulus dan diberi lapisan pengkilat. Sehingga nampak kayak kayu mahal gitu.

Nah, gedung yang baru ini terbuat seluruhnya dari bambu. Tapi supaya untuk memulai pembiasaan menyebut gedung, tidak lagi disebut dengan gedung Bambu gitu. Tapi dengan nama yang lebih dalem dan berarti. Nih gedungnya.

DSC_2511Sebelum meresmikan, ustadz Hamdan mengajak untuk refleksi kembali tentang keberadaan gedung-gedung yang selama ini tergolong unik ini. Semua gedung tersebut dibuat dengan bahan langsung dari alam. Tentu dari segi biaya jauh lebih murah dibanding dengan gedung yang permanen. Pesan yang muncul adalah, gedung adalah sebagai sarana dan bukan menjadi hal yang mutlak ada untuk terlaksananya pembelajaran. Boleh jadi karena keterbatasan dana sehingga gedung tidak layak bukan berarti harus menghentikan pembelajaran. Belajar harus jalan terus. Disinilah makna SDIT Alam itu bukanlah alam sebagai nature saja yang siap untuk memakai, tapi jauh luas alam sebagai universe yang bermakna munculnya tanggung jawab pemakmuran. Akhirnya, gedung bambu itu diberi nama oleh ustadz Hamdan dengan nama gedung Syuhada. Mengapa Syuhada ? karena ia dekat dengan makna 'sebagai saksi' sekaligus momen kemerdekaan agar seperti pahlawan, gedung Syuhada mampu menjadi saksi proses pembelajaran alam di SDIT Alam Nurul Islam.

Untuk menambah suasana lebih akrab, diadakan makan Gudangan bareng ditemani nasi tumpeng. Semacam urap dengan sayur yang lengkap.

DSC_2519DSC_2522 Oke deh, berarti setelah ini gedung Syuhada bisa segera digunakan. Calon penghuninya 2 kelas. Jika tidak ada perubahan akan dipake kelas 4 B dan C. Sebab kedua kelas ini selama ini masih pake ruang komputer dan pendopo. waduh slamat ya atas gedung baru. Gedung yang lain segera nyusul dikasih nama.

Share

You may also like

3 komentar

mukti mengatakan...

Alhamdulillah....

Sekolah Alam Rumah Matahari mengatakan...

Alhamdulillah... ! Segenap Keluarga Besar Sekolah Alam Rumah Matahari Sidoarjo mengucapkan selamat atas terbangunnya Gedung barunya. Semoga dengan itu anak - anak kita bisa dengan nyaman menimba ilmu Dunia dan Akheratnya. Salut Buat Ustadz dan Ustadzah beserta keluarga besar SDIT Alam Nurul Islam. Jayalah Islam..! Allahu Akbar....!!!!

Ani Rosdiana mengatakan...

Subhanallah! Bagus ide penamaan gedung2 di SDITANI! Semoga gedung2 yg lain segera diberi nama. Bahan baku pembuatan gedung bagi saya tidak masalah, yg penting artistik dan futuristik, sebab hal itu akan mempengaruhi sikap berfikir anak2 yang menempatinya. Namun harus tetap dijaga perawatannya sehingga anak2 nyaman belajarnya.