Peringatan Proklamasi RI ke-64

» » » » Peringatan Proklamasi RI ke-64

Sudah menjadi kegiatan rutin, upacara 17 Agustus dilakukan untuk memperingati hari Kemerdekaan negeri kita tercinta. Indonesia.



Pada tausyiahnya kali ini, ustadz Hamdan menjelaskan tentang hakekat kemerdekaan. Merdeka yang hakiki itu adalah "tahrirunnas min ‘ibaadil ‘ibad ila ‘ibaadullohi wahdah" merdeka berarti pembebasan manusia dari penghambaan kepada hamba kepada penghambaan kepada Alloh semata. Selama masih menghamba kepada selain Allah, berarti statusnya masih dalam kondisi terjajah. Beliau melanjutkan. Merdeka itu bisa dilihat dari 5 hal. Merdeka jiwanya. Artinya selama jiwanya bebas untuk meyakini kebenaran dan tidak dipaksa untuk meyakini yang batil, maka jiwanya merdeka. Yang kedua, merdeka pikirannya. Pikiran yang merdeka akan digunakan untuk memikirkan yang rasional, masuk akal. Jauh dari klenik, tahayul dan hal-hal yang menyebabkan hilangnya akal/gila. Ketiga, merdeka hartanya. Harta bisa dimiliki secara penuh, bebas digunakan dalam kebaikan. Tidak dirampas bahkan diserobot oleh pihak-pihak yang sengaja menjajah. keempat, merdeka keturunannya. Artinya, generasi yang tercipta adalah generasi yang mengerti benar tanggung jawab dalam mengemban amanah peradaban. Bukan generasi yang asik dengan foya dan keterlalaian. Terakhir, merdeka darahnya. Artinya, ia bisa hidup bebas, jauh dari ancaman pembunuhan yang akan menghilangkan nyawanya.

Nah, manakala salah satu saja komponen itu terbelenggu. Maka kita resmi dalam kondisi terjajah. Trus, gimana cara memerdekakannya? Saat jiwa kita meyakini hal-hal yang menyimpang aqidah, segera hapus dan luruskan dengan keyakinan yang benar. Saat pikiran kita dipenuhi dengan hal yang tidak rasional, cepat buang dan berpikirlah yang jernih dan ilmiah. Saat harta kita dirampas, pertahankan, lawan perampas harta milik kita. Saat generasi terlena, segera sadarkan. Jika perlu potong generasi manakala sudah akut. Saat nyawa kita terancam, pertahankan sekuat tenaga. Inilah upaya untuk pembersihan belenggu penjajah. Inilah usaha "Laa ilah". Setelah semua belenggu bersih, isilah semua itu dengan kebenaran dan kebaikan. Sumbernya adalah Alloh. Inilah usaha "illallaah". Kesimpulannya, Manakala Laa ilaha illallah kita benar, hakikatnya kita sudah MERDEKA sejati.

Share

You may also like

1 komentar

bianca mengatakan...

MERDEKA .................^^!