Sampah Organik untuk Berkebun

» » » » Sampah Organik untuk Berkebun

Sampah. Bau, kotor, jijik, mendatangkan penyakit. Satu benda yang pasti menjadi sumber masalah. Dimanapun. Apalagi ditambah kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan. Orang jadi susah untuk membersihkan. Sekarang banyak orang berusaha untuk memanfaatkan sampah. Merubah sampah sehingga tidak lagi menjadi barang yang kotor.

DSC_3157Seluruh siswa kelas 3 dikumpulkan untuk diberi pengarahan tentang pentingnya pengolahan sampah agar bermanfaat. Sampah terutama sampah organik akan dimanfaatkan sebagai pupuk organik tanaman.

Anak-anak dilatih untuk menyiapkan media tanam. Berupa tanah yang sudah dicampur dengan pupuk dari sampah organik. Sampah itu dari air kencing kelinci. Ternyata air kencing yang menjijikkan itu sangat disukai oleh tanaman.

DSC_3161Sebagai wadahnya menggunakan botol mineral. Botol-botol itu dibuat lobang memanjang ke atas sebanyak 3  buah. Gunanya sebagai tempat tumbuhnya tanaman. Sebab, botol itu nantinya akan digantung. Sangat cocok untuk hobi menanam yang tidak punya lahan.

DSC_3163Selanjutnya adalah menyemai bibit. Tanaman yang akan ditanam adalah Bawi Bakso atau Cho Shin. Penyemaian dilakukan di atas sebuah nampan yang diisi tanah yang sudah dicampur pupuk organik. Kemudian biji-biji Sawi disebar merata di atas tanah.

DSC_3165 Bisa juga biji-biji Sawi itu tidak disemai dulu. Tapi langsung ditanam di pot botol. Sebelum ditanam, dicampur dulu dengan tanah kering. Tujuannya agar biji-biji tidak menggerombol sewaktu ditanam. Karena jika menggerombol akan susah tumbuh dalam botol.

Setelah semua botol-botol ditanami dengan biji Sawi. Saatnya untuk menggantung botol-botol itu di tempat yang cukup terkena sinar Matahari. Sehingga tanaman mendapat cukup sinar matahari untuk tumbuh.

Untuk perawatan, selalu memantau kondisi tanah. Jika kering segera diberi air dengan menggunakan semprotan atau spray agar segar. Karena Sawi sangat membuthkan air. Dan ternyata tidak hanya Sawi lho yang bisa ditanam di botol-botol ini. Selain sayuran, buah-buahan juga bisa ditanam. Dan semuanya adalah produk organik. Bebas pestisida kimia. Kalo dijual mahal lho. Coba aja liat di supermarket. Ternyata sampah yang menjijikkan itu bisa mendatangkan uang yang banyak ya. Robbanaa, maa kholaqta hadzaa bathilaa. Sungguh, Allah tidak menciptakan segala sesuatu pun, bahkan sampah itu sia-sia.



Share

You may also like

3 komentar

elkis liyunita mengatakan...

belajar cinta lingkungan di sdit alam sungguh menyenangkan. dengan metode yang tepat, anak - anak mudah mengapresiasi ilmu yg diperolehnya jadi bukan sekedar teori tapi teraplikasikan dalam kehidupan sehari - hari. sukses buat sdit alam NI!

faisal Ismail mengatakan...

yuk, biar 'rahmatan lil 'alamin'nya nggak cuma sekedar disebut saat pengajian....

Rukiyati mengatakan...

benar-benar sekolah idaman. Btw, sawinya sudah dipanen berapa kali?