Qurban Kebersamaan

» » Qurban Kebersamaan

Qurban kali ini diselenggarakan agak berbeda dengan qurban-qurban yang telah berlalu. Kali ini semangat kebersamaan dan pembelajaran sengaja mewarnai setiap aktivitas acara Qurban.

Alhamdulillah, meski kambing semua, banyak orang tua wali yang berqurban di SDIT Alam. Ada 18 semuanya. Agar prosesi qurban tidak hanya ritual, lewat begitu saja. Makanya, sebelum menjalani qurban, semua siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Ada kelompok angkut-angkut, menguliti, pencucian, mengiris, menimbang, memaket . . .

Semua siswa bisa belajar cara penyembelihan secara Islami. Ternyata, syarat hewan qurban itu haruslah sehat. Tidak ada cacat sedikitpun. cara nyembelihnya juga harus baik. Menggunakan alat potong yang tajam sekali. Supaya hewan tidak tersakiti. Sewaktu menyembelih, harus dipastikan ada 3 saluran yang terpotong. Saluran makan, napas dan darah.

Setelah menyembelih, kemudian belajar cara menguliti. Melepas seluruh lapisan bulu kambing dari tubuhnya. Butuh ketelitian, karena kulit yang terlubangi bisa berkurang harganya.

Melihat lebih nyata anatomi kambing cukup menjadi pengalaman berharga. Mengerti mana itu jantung, lambung, usus, paru-paru. Sambil mendengar penjelasan ustadz-ustadzah yang juga bareng ngikut iris-iris daging.

Termasuk belajar menghapus rasa jijik. Di kelompok pembersihan, mau gak mau harus berkutat dengan organ dalam beserta kotoran kambing. Yang mulanya jijik jadi terbiasa. Apalagi yang kelak besarnya mau jadi doker hewan. Harus mulai gak jijik dari sekarang



Bagian penimbangan melakukan pencatatan seluruh berat daging. Selanjutnya dibagi dengan banyak paket yang akan didistribusikan ke penduduk sekitar SDIT Alam.

Bagian pengepakan melakukan penimbangan dan memasukkan ke dalam plastik. Plastik harus yang berwarna putih atau bening. Karena platik hitam berbahaya bagi daging.

Akhirnya, misi terakhir adalah penyebaran daging ke penduduk. Beberapa tempat sudah disasar beberapa kelompok pasukan. Ada 5 komandan pasukan. Ust. Bintara, ust. Yunarko, Ust. Agus, ust. Jamal, ust. Lubis. Semua pasukan berhasil menyampaikan pesan daging ke seluruh penduduk.

Share

You may also like

Tidak ada komentar