Diiringi dengan hujan Parenting School V kali ini berlangsung sukses. Kali ini topik yang dibahas adalah Bagaimana menjadi Orang Tua yang Cerdas dalam mendampingi anak. Menjadi orang tua tidak cukup hanya 'sembarangan saja'. Butuh kecerdasan. Apalagi di era yang semakin berkembang saat ini. Kalo ada anggapan bahwa menjadi orang tua bisa dilakukan sambil jalan atau alamiah saja, meski ada hal yang benar dilakukan, sudah pasti banyak kesalahan yang akan sering dibuat.

Ada seorang dosen di sebuah perguruan tinggi di Jakarta. Beliau mempunyai banyak anak. Semua anaknya akan dididik hingga tingkat pendidikan tinggi. Tapi bukan dalam rangka supaya mendapatkan jabatan dan pangkat yang tinggi. Tapi dosen tadi berharap besar dengan pendidikan yang tinggi itu kelak anak-anaknya akan menjadi suami atau istri yang cerdas bagi anak -anaknya.

Karena 'kekurangcerdasan' orang tua sering melakukan kesalahan yang dianggap hal yang benar dalam mendidik anak. Sering orang tua tidak menerapkan kedisplinan kepada anak dengan alasan kasihan, atau "Ah nanti anak kan ada masanya untuk Tahu". Anggapan ini adalah salah. Sekali kita tidak menerapkan disiplin hakekatnya kita sedang membentuk sebuah kebiasaan yang buruk. Seperti dalam hal bangun pagi, gosok gigi, kebersihan dan lain-lain.  Sering orang tua memaksakan anak untuk melakukan sesuatu tanpa diberi pemahaman dahulu. Akhirnya anak bak seperti robot yang manut sesuai dengan perintah. Tidak ada inisiatif. Mendidik kesabaran harus butuh kesabaran yang besar. Mendidik dengan marah bukan hal yang bijak. Boleh jadi anak tidak menuruti nasehat yang kita sampaikan dengan marah, namun justru cara marah yang mudah sekali mereka tiru.

Alhamdulillah banyak pencerahan bagi para orang tua wali. Terutama bagi masa depan anak-anak yang menjadi dambaan masa depan.
 
Sekolah Alam Nurul Islam © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top