Batik Painting

» » » » Batik Painting

Masuk di pembelajaran bertema Air, kelas 3 belajar membatik. Untuk mengenla lebih dekat bagaimana seni lukis kain yang bercitra dan berharga tinggi itu. Yach meski dengan peralatan yang sangat minim, tapi tidak menyurutkan semangat keingintahuan anak akan batik.

01

Pertama kali siswa dijelaskan bagaimana membuat pola batik. Pola dibuat dengan menggunakan pensil. Kebetulan kain yang digunakan dapetnya jenis yang agak mahalan. Per meternya Rp. 8000 an. Bisa juga kok dipake kain dengan harga per meternya lebih murah. Kata ustadz Siswo, pola batik harus mengambil tema makhluk hidup. Paling banyak diambil pola tumbuhan sulur-suluran maupun karena membentuk pola yang artistik nan indah.

02

Butuh kreatifitas yang tinggi untuk mendapatkan pola yang unik. Meniru sih boleh juga dengan pola-pola yang umum dipake. Semakin penuh ornamen pola akan nampak semakin indah. Pola yang digambar nanti adalah bagian yang akan diberi cairan malam. Cairan yang dibuat dari malam (seperti lilin) yang dicairkan dengan memanaskannya. Begitu pola sudah tuntas tergambar, selanjutnya adalah membatik. Melukis dengan menggunakan cairan malam yang cair dan panas.

03

Saat membatik adalah saat yang membutuhkan konsentrasi yang tinggi. Mengapa ? Sebab kita akan bermain dengan cairan malam yang panas. Begitu malam sudah cair segera kita ambil menggunakan alat Canting. O . . iya Canting tu alat seperti pena, tajam ujungnya kemudian bagian kepalanya ada semacam wadah untuk menempatkan malam cair. Yap . . tepat mirip gayung mini. Karena sifat malam cair yang lekas mengeras sehingga seorang pembatik harus dekat-dekat dengan tempat malam dipanaskan. Otomatis ikut panas kan. Kebetulan alat pemanasnya menggunakan tungku arang. Pokoknya lengkap deh perjuangannya. Udah harus konsentrasi pada pola, lukiscepat untuk mencegah malam yang membeku, hawa panas, ditambah asap mengepul yang pedih di mata saat arang dikipasi.

04

Setelah semua pola tertutupi dengan cairan malam, langkah berikutnya adalah pewarnaan. Kain yang telah dilukis malam akan dimasukkan ke dalam cairan warna. Cairan warna dilarutkan menggunakan air. Sedangkan malam tidak bercampur dengan air. Sehingga lapisan malam tidak akan terwarnai oleh pewarna. Warna akan memnuhi kain yang masih putih. Belum dilapisi dengan cairan malam. Setelah warna merata semua, kemudian dijemur hingga sampai kering. Langkah terakhir adalah mencelup kain ke dalam air yang mendidih. Tujuannya, untuk melarutkan lapisan malam yang menempel di pola batik. Setelah malam cair, akan terlihat bagian yang tidak terkena warna sesuai dengan pola yang dibuat.

06

Butuh waktu yang lama untuk membuat batik hingga bener-bener bisa diliat hasilnya. Meski lama, tapi orang menghargainya dengan nilai rupiah yang tinggi. Selamat mencoba untuk melukis batik sendiri . . .

Share

You may also like

1 komentar

Adi Nugroho mengatakan...

artikel yang menarik.
jika anda benar2 cinta akan batik, tolong ikuti polling dan beri komentar di artikel ini
http://adinugroho.wordpress.com/2009/03/03/batik-pakaian-formal-atau-bukan/