Jualan Kreatif

» » » » » » Jualan Kreatif

Dipindahnya pelaksanaan jam Market Day membuat banyak perubahan. Ada banyak keuntungan dan kerugian. Untungnya, Market Day jam terakhir di hari Jum'at bisa lebih panjang. Karena langsung pulang. Jual-Belinya bisa puas, nggak keburu-buru. Tapi, ruginya, kalo jualan es jadi udah mencair semua. Padahal es hingga saat ini menjadi Top Sales, ato barang yang paling banyak dibeli. Jadi kesukaan anak-anak. Tapi manakala udah cair, yach . . . pada males beli.

storm4Liat aja, begitu jualan es pasti yang antri langsung panjangnya seperti kereta api. Gak siswa gak ustadz-ustadzah. Pada tergiur benda dingin yang bikin seger itu. Tapi, sekarang penjual es berkurang. Takut gak laku, mencair sebelum waktunya. Menunggu penemu teknik murah penghambat mencairnya es dulu. Baru penjualan es balik normal lagi. Di tengah kondisi Market Day yang pindah jam tayang, ada juga siswa yang kreatif. Kalo jual makanan gak laku, jualan yang lain. Emang jualan apa ? Jasa pijit ? Tukang Cukur ? Ato Semir sepatu ? Ah . . . ngaco deh.

storm2Siswa kreatif itu adalah mbak Qisthi. Dia membuka stand Uji Ketelitian dan Kesabaran. Menggunakan sebuah perangkat elektronik yang di depan ada sebuah kawat panjang yang di buat lekukan. Yang mau dites kesabarannya harus melewatkan tongkat yang ujungnya terlingkar dalam kawat. Dari ujung hingga pangkal. Jika tongkat tersentuh kawat, lampu merah akan menyala berarti permainan berakhir. Untuk sekali main cukup membayar Rp. 500.

storm3Ustadz-ustadzah pada tertarik untuk menguji ketelitiannya. Anak-anak pada ngumpul mengamati bekerjanya alat. Juga seberapa ketelitian ustadz. Wah makin kreatif aja barang jualan di Market Day. Sepertinya tren yang akan berkembang bukan jualan barang lagi namun jual jasa. Ya . . ditunggu siapa yang akan buka jasa semir sepatu, jasa laundry, jasa pijet. Eh, tapi inget loh, kalo mau pijit harus yang muhrimnya yaa . . .

Share

You may also like

1 komentar

ana mengatakan...

Wah, kreatif juga tuh siswanya. ayo, ustadz/ahnya kasih ide dong
masa kalah ama murid
perlu dukungan tapi contoh itu juga perlu.
heeheeeheee
jangan marah ya, nanti cepet tuwa"