Random Post

Outing : dari Rumah Mbah Maridjan ke FKU UMY

Mengawali program Outing semester ini, kelas 4 SDIT Alam Nurul Islam mengadakan ekspedisi ke dusun bekas erupsi Merapi. Dusun Kinahrejo Cangkringan Sleman.

Di Kinahrejo ini, anak-anak mengadakan wawancara dengan penduduk. Tapi penduduknya gak tinggal di rumah loh. Habisnya rumah mereka udah pada hancur. Tersapu awan panas. Mereka kini tinggal di Huntara, Hunian Sementara yang dibuat oleh LSM dan pemerintah. Banyak dari mereka menjadi penjual di sepanjang jalan menuju dusun Kinahrejo, tempat tinggal mbah Maridjan. Daerah yang dulunya hijau penuh dengan pepohonan. Kini, kering dan panas berubah menjadi gurun yang tandus.

Semua anak dikelompokkan masing-masing beranggotakan 5 orang. Setiap kelompok diberi tugas untuk mewawancarai 2 orang di sepanjang perjalanan. Wawancara terkait dengan latar belakang dan pengalaman dalam menghadapi bencana erupsi Merapi. Sebagai tanda terima kasih, tiap kelompok dipersilahkan berbelanja barang yang dijajakan oleh penduduk. Dari hasil wawancara diketahui, hampir semua penjual adalah korban erupsi Merapi. Ada beberapa yang juga kehilangan saudara, sanak-family. Rumah dan harta bendanya ludes.

Begitu misi selesai, dilanjutin dengan perjalanan menuju rumah mbah Maridjan. Lumayan jauh sih ditambah lagi menanjak. Kalau mau gak repot ada ojek cukup bayar Rp. 10.000 sekali jalan. Tapi kita ber78 semua jalan. Meski terik matahari menyengat, hawanya seger sumilir.

Di kanan kiri sih pemandangannya indah nian. Tapi, bagi yang kondisi tubuh kurang fit, terutama yang berbobot jumbo memang sih agak kepayahan. Motivasi yang kuat ingin melihat rumah mbah Maridjan-lah yang menjadi energi pendorong pendakian.

Bagi yang sudah menipis bekal airnya, bisa mampir dulu di lapak-lapak penjual air mineral. Tapi ada juga loh, justru karena kebanyakan makan dan minum malah memperberat jalannya.Yah . . . .

Alhamdulillah sampai juga. Capeknya seperti begitu saja ilang. Begitu melihat sebuah mobil APV yang sudah karatan plus penyok. Oo . . . . ini rupanya mobil wartawan dari Vivanews yang meninggal itu toh. Di depannya ada 2 sepeda motor yang sudah gak berbentuk. Di belakangnya ada tulisan dan foto para relawan dan wartawan yang menjadi korban erupsi serta proses kejadiannya.

Berjalan ke arah timur (kiri), disitu ada semacam monumen yang di tengahnya dibangun rumah kecil. Rupanya di tempat itu adalah pas ditemukannya jenazah almarhum mbah Maridjan. Di depannya terdapat pesan-pesan mbah Maridjan yang dicetak dalam sebuah banner.

Setelah selesai melihat-lihat, diteruskan dengan mengunjungi masjid Al Amin. Masjid dekat rumahnya mbah Maridjan yang juga hancur terkena awan panas. Tapi sekarang sudah dibangun kembali meski sederhana menggunakan bambu. Di dalam masjid anak-anak dan ustadz-ustadzah melakukan sholat ghaib untuk mensholatkan para korban erupsi Merapi. Sekaligus mendoakan mereka agar diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT.

Agar jadi kenangan, foto bareng dulu ah. Biar semua masuk ke foto termasuk yang foto, kamera diset pake timer. Oke . . . semua bilang cheesseeeeeee . . . . Selanjutnya, perjalanan pindah ke obyek yang kedua. Yaitu, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Sampe di FKU UMY udah hampir sore, jadinya harus cepet-cepet biar kampus gak segera tutup. Langsung anak-anak berbaris untuk masuk ke laboratorium Anatomi FKU UMY. Wah, keren deh, masih SD bisa ngerasakin belajar bareng para mahasiswa. Mahasiswa calon dokter lagi.

Di dalam laboratorium anak-anak dijelaskan tentang koleksi organ-organ manusia disitu. Anak-anak pada penasaran asli nggak sih yang dimasukkan dalam botol-botol. Ada ginjal, hati, tulang belulang, jantung. Bahkan yang cukup menarik perhatian anak-anak ada janin yang dimasukkan dalam botol.

Begitu dijelaskan bahwa semua benda di laboratorium itu asli, anak-anak langsung pada kaget. Ada juga sih yang takut-takut gitu. Yang penasaran malah tambah antusias. Sebenarnya ada juga koleksi berupa mayat. Tapi tempatnya di ruang sebelah. Karena baru dipake untuk praktikum mahasiswa jadinya gak bisa masuk deh. Alhamdulillah, selesai sudah pembelajaran hari ini. Outing diakhiri dengan sholat 'Ashar di masjid KH Ahmad Dahlan.






Share on Google Plus

About Sekolah Alam Jogja

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: