Random Post

Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1439

Tahun Baru Hijriyah baru saja kita masuki. Tidak sedikit yang mengetahui sejarah mengapa kalender Hijriyah itu ditetapkan. Adalah khalifah Umar bin Khaththab yangpertama kali menetapkan jika perhitungan kalender untuk kaum muslim itu menggunakan momen pertama kali Rasulullah SAW melakukan hijrah. Saat hijrah tersebut dihitung sebagai tahun 1 hijriyah. Hingga sekarang berarti peristiwa hijrah Rasulullah sudah 1439 tahun yang lalu. Sedangkan tahun hijriyah sendiri perhitungannya berdasarkan revolusi bulan pada bumi. Atau dikenal dengan kalender Qamariyah.
Peristiwa hijrah inilah inilah yang diangkat dalam teatrikal peringatan tahun baru Hijriyah 1439 kali ini. Kegiatan peringatan dilaksanakan di lapangan upacara. Hari Senin, 25 September 2017 pagi semua siswa berkumpul di lapangan. Barisan siswa kali ini diatur berbeda. Tidak urut seperti sewaktu upacara. Dikarenakan akan ada prosesi tukar kado saat akhir acara, sengaja barisan disusun antara adik dan kakak kelas berbaris berdampingan.
Diawali dengan Rasulullah yang sedang berada di kediaman rumahnya. Rupanya malam itu adalah saat para kafir Quraisy ingin menghabisi nyawa Rasulullah. Dikarenakan dakwah Rasulullah yang dianggap mengancam ajaran nenek moyang kafir Quraisy.
Para kafir Quraisy mengepung rumah Rasulullah. Namun Rasulullah sudah mengetahui rencana jahat para kafir tersebut. Diutuslah Ali Radhiallohu anhu untuk tidur menggantikan Rasulullah SAW. Dengan ajaibnya, para kafir Quraisy tiba-tiba terkantuk. Dan tertidurlah di sekiar rumah Rasulullah. Pada waktu para kafir tertidur itulah Rasulullah keluar rumah dan pergi hijrah ke Madinah ditemani oleh Abu Bakar Ash-Shidiq. 
 Sungguh terkejutnya para kafir, begitu ingin membunuh Rasulullah ternyata yang tidur di dipan bukanlah Rasulullah namun Ali bin Abi Thalib. Mereka merasa marah dan langsung mengadakan pengejaran kepada Rasulullah.
Demi keamanan, Rasulullah dan Abu Bakar bersembunyi di gua Tsur. Di tempat inilah ada keajaiban yang muncul. Tiba-tiba laba-laba dan burung membuat sarangnya di mulut gua. Sehingga sewaktu para kafir akan mencari masuk ke dalam gua, mereka dapati mulut gua sudah dipenuhi dengan sarang laba-laba dan burung. Mereka berkesimpulan di dalam gua adalah kosong meski kenyataannya Rasulullah SAW dan Abu Bakar sedang sembunyi di dalam gua. Itulah pertolongan Allah dengan tentara-Nya berupa laba-laba dan burung.
 Sampai di Madinah, Rasulullah disambut denga meriah sekali oleh penduduk kaum Anshor dan para Muhajirin yang merupakan muslimin dari Makkah yang sudah duluan pergi hijrah. Rasulullah disambut di tengah-tengah kerumunan manusia yang masing-masing menawarkan diri rumahnya sebagai tempat tinggal Rasulullah. Namun Rasulullah memilih sendiri tempat untuk dibangun masjid pertama sekaligus sebagai tempat tinggal beliau. Masjid itu kini dikenal dengan masjid Nabawi.

Rasulullah kemudian melakukan prosesi mempersaudarakan antara muslimin dari Makkah atau yang disebut Muhajirin dengan muslimin dari Madinah yang dikenal dengan Anshor. Anak-anak di setiap kelas melakukan tukar kado dengan kakak dan adik kelasnya. Setelah itu mereka dipersilahkan berpelukan sebagai ungkapan persaudaraan. Kemudian di akhiri dengan menyantikan lagu 'One Big Family' karya Maher Zain.
Berikut video dokumentasinya

Share on Google Plus

About Sekolah Alam Jogja

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: