Random Post

Outbound Ke-1 Maret 2012 : Bedog Rafting

Pelaksanaan outbound sudah satu tahun ini berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya. Jika sebelumnya setiap kelas tiap pekan pasti outbound namun dengan waktu yang tidak full satu hari, kini tiap kelas bisa full satu hari namun dijadwalkan 2 pekan sekali. Sebuah kegiatan utuh outbound itu terdiri dari pertama warming up, untuk memastikan semua otot lemas dan siap beraktivitas. Kedua, Fun games, yaitu berupa permainan ringan dinamika kelompok yang sarat dengan makna dan pemecahan persoalan. Ketiga adalah Inti, biasanya diisi dengan jenis permainan Middle dan High impact, permainan dengan resiko sedang dan tinggi. Terakhir adalah pemaknaan seluruh aktivitas sehari outbound.


Untuk bulan Maret kali ini game pos yang dilakukan ada 3. Pertama ada semacam kotak yang mengharuskan setiap peserta menggelayut di palang-palang bambu di atas dengan kaki tanpa menyentuh tali bawah. Kemudian setelah sampai ujung, diharuskan berjalan di atas tali tanpa pegangan. Instruktur memberikan contoh dan cara yang benar dan aman. Disusul satu per satu peserta mengikutinya.



Pos kedua adalah gerakan merayap dalam track yang terbuat dari jaring berbentuk kotak memanjang. Tiap peserta tidak diperkenankan menyentuh sedikitpun jaring. Jika sekali tersentuh maka harus mengulang dari awal.



Pos ketiga adalah arung jeram. Nah ini yang paling seru. Setiap anak mendapatkan satu buah pelampung untuk kemudian setiap 3 anak mendapat jatah satu ban untuk dinaiki selama arung jeram.



Instruktur mendahului untuk dan meminta segera tiap anak bersegera menghanyutkan diri. Aliran sungai saat itu memang baru kecil namun di beberapa titik cukup memancing andrenalin.



Seperti di titik ini, terdapat pusaran air diantara bebatuan sehingga menyebabkan setiap ban tersedot masuk. Jika kurang waspada bisa terjepit alirannya. Dengan sedikit jeritan anak-anak menghalau setiap rintangan selama perjalanan.



Di kiri kanan terlihat 'hiasan' sampah gantung. sampah-sampah yang tergantung itu bekas aliran banjir yang membawa sampah dan tersangkut di akar-akar tanaman bambu. Nampak menjadi seni instalasi begitu air sungai surut. Bagus, . . . . atau malah menjijikkan sih ?



Ada di satu titik mungkin akibat dari hujan dan angin, ada segerombol pohon bambu tumbang melintang sungai. Meski ujung sudah dipotong tetep butuh kehati-hatian ekstra sehingga tidak meluncur masuk onggokan bambu. Bisa-bisa tergores ranting yang cukup tajam.


Aliran sudah mulai melambat. Dasar sungai juga mulai mendangkal. Kiranya titik finish sudah dekat, anak-anak diminta untuk mendayung ke pinggir kiri supaya bisa mendarat dengan mulus.



Setiap tiga anak bertanggung jawab membawa ban kembali ke sekolah. Perjalanan ditempuh menggunakan jalan darat, menyusuri pematang sawah. dan Kampung sekitar. Nampak para penduduk melihat penuh heran. Anak-anak pake pelampung bawa ban rame-rame.Mirip pasukan Katak masuk desa.


Share on Google Plus

About Sekolah Alam Jogja

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: