Random Post

Outing Kelas 2 : Desa Industri Jogonalan - Benteng Vredeburg

Mengawal tema Matahari dan Musyawarah, siswa kelas 2 ingin belajar di dunia nyata dengan outing ke desa industri Jogonalan Klaten dan benteng Vredeburg Jogja. Lho kok bisa tema Matahari kok ke Jogonalan? Emangnya disana asal muasalnya matahari ya? Eits, jangan melulu pake otak kiri dong. Sering-sering juga dongotak kanannya dipake. Nha, kelas 2 dengan tema Matahari tidak terus mempelajari asal muasal Matahari. Sangat rumit bin bikin jidat berkerut. Tapi, mereka mempelajari pemanfaatan energi Matahari untuk kehidupan. Di Jogonalan tu hampir seluruh penduduknya bermata pencaharian sebagai pembuat berbagai macam kerupuk. Karena untuk membuat kerupuk salah satu langkahnya memanfaatkan panas Matahari. Yaitu dijemur dulu.


Begitu hadir di lokasi, anak-anak terus dipandu berkeliling ke rumah-rumah penduduk untuk melihat proses pembuatan kerupuk. Ternyata kerupuk itu bermacam bentuk dan jenisnya. Ada kerupuk Pangsit, Rambak, Karak, Kemplang, Kedelai, Renginang dan lain-lain. Prinsipnya,  kerupuk adalah segala bahan (tentu yang enak dan aman dimakan) yang bisa dibuat lempengan, lapisan tipis, kemudian dikeringkan dan tahap akhir digoreng menggunakan minyak goreng. Bahan itu bisa berupa adonan, ketela, tahu, kulit Sapi dan lain-lain.


Anak-anak tidak semata melihat saja. Mereka berkesempatan untuk menlakukan juga cara membuat kerupuk. Membentuk adonan sesuai bentuk kemudian diletakkan di atas papan penjemuran. Butuh beberapa saat untuk memastikan bahwa adonan atau lapisan itu kering benar. Begitu sudah kering, siap untuk dilakukan proses penggorengan.


Nyam-nyam, jadi Inciper (tukang mencicipi) emang enak. Meski agak panas-panas dikit tapi mantap menjadi yang pertama. Ditambah sedikit asep dari tungku penggorengan jadi parfum. Hi . . hi parfum yang apek tentunya. Liat-liat sudah, praktek sudah, nyicipi sudah. Nah, tinggal yang terakhir aksi borong kerupuk.


Cukup di Jogonalan, perjalanan berlanjut ke benteng Vredeburg. Di Vredeburg anak-anak akan belajar tentang sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam melepaskan diri dari penjajah Belanda. Proses perjuangan yang tak lepas dari aktivitas musyawarah seperti tema yang sedang dipelajari.


Anak-anak masuk berbaris dengan tertib. Karena arreal benteng yang luas perlu urut satu per satu bagian dilihat. Sambil melihat baik dari berupa koleksi benda, ada senapan, kursi, dokumen, baju hingga yang bentuknya diorama. Anak-anak keliling dipandu oleh pemandu dari pihak pengelola.


Ternyata perjuangan bangsa kita ini mulai nampak hasilnya manakala semua golongan bersatu padu. Bermusyawarah dan dicapai kesepakatan adanya kesatuan bangsa, bahasa dan tanah air. Yaitu Indonesia. Melalui peristiwa Sumpah Pemuda. Yang sebelumnya masih mudahnya dipecah belah oleh Belanda. Itulah pentingnya proses musyawarah. Sesederhana apapun, jika masalah diselesaikan dengan musyawarah pasti hasilnya lebih mantap.



Share on Google Plus

About Sekolah Alam Jogja

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: